Pramuka dan BRI Bersatu Harumkan Nama Indonesia di Mont Blanc

Kautsar Halim    •    02 September 2017 20:16 WIB
olahraga
Pramuka dan BRI Bersatu Harumkan Nama Indonesia di Mont Blanc
Tim Kwarnas Gerakan Pramuka dan organisasi pecinta alam Vanaprastha melakoni sesi foto usai jumpa pers (Foto: MTVN/Kautsar Halim)

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim Kwarnas Gerakan Pramuka dan organisasi pecinta alam Vanaprastha akan mengharumkan nama Tanah Air dengan mendaki gunung tertinggi di Eropa Barat, Mont Blanc. Mereka akan berangkat pada Minggu 3 September dan dijadwalkan kembali ke Tanah Air pada 15 September. 

Program pendakian gunung ini memiliki tajuk BRI-Gerakan Pramuka-Vanaprastha untuk Merah Putih; Ekspedisi Dua Generasi, Pendakian Gunung Mont Blanc, Swiss-Prancis 3-15 September 2017. Nama tajuk cukup panjang karena banyak pihak yang membantu terealisasinya pendakian berbahaya tersebut.

Dikatakan bakal mengharumkan nama Indonesia, karena ekspedisi ini tidak hanya semata-mata menancapkan bendera Merah Putih di puncak gunung Mont Blanc saja. Akan tetapi, sepanjang perjalanan juga akan digelar berbagai kegiatan yang sifatnya mempromosikan Indonesia. 

BacaFelipe Massa Tercepat di Sesi Latihan Bebas Terakhir

Adhyaksa Dault selaku salah satu anggota pendakian dan juga Ketua Kwarnas Pramuka menjelaskan, pendakian Mont Blanc adalah salah satu bagian kegiatan Promosi Indonesia pada Puncak-Puncak Dunia (PIP3D). Itu dilakukan karena Mont Blanc merupakan salah satu destinasi wisata pegunungan terbaik di dunia.

"Jadi, tidak hanya mengibarkan bendera Merah Putih dan Pramuka saja di puncak gunung. Nantinya tim kami juga akan mendatangi tenda-tenda pengunjung untuk mengedarkan leaflet terkait identitas Indonesia. Misalnya, Pancasila, Bhineka Tunggal, dan Dasa Darma Pramuka," kata Adhyaksa dalam jumpa pers keberangkatan tim tim ekspedisi di  Fx Plaza, Jakarta, Sabtu (2/9/2017).



Tim ekspedisi ke Mont Blanc berjumlah 18 orang dan memiliki latar belakang yang berbeda-beda. Akan tetapi, perbedaan paling mencolok bisa terlihat dari umur karena usia mereka berkisar dari 28 tahun hingga 61 tahun. Bahkan dari seluruh peserta yang ikut, 10 di antaranya sudah berusia di atas 50 tahun.

Meski berbeda usia, seluruh peserta ekspedisi sama-sama melakukan persiapan selama setahun sebelum berangkat ke Mont Blanc. Beberapa persiapan itu adalah mendaki Gunung Gede Pangrango sebulan sekali, melatih teknik mendaki tebing, menaklukkan puncak gunung Fansipan di Vietnam, mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Gunung Kinabalu Malaysia, melakukan tes medis, fisik dan penguatan kerjasama tim juga.

Gembong Tawang Alun selaku Ketua Tim Ekspedisi Mont Blanc menerangkan, perbedaan usia antar peserta yang cukup mencolok itulah yang menginsipirasi adanya tajuk dua generasi berbeda. Kendati berbeda, semua peserta sama-sama antusias dan sudah melewati seluruh persiapan dengan matang. 



"Nanti kita lihat bagaimana dua generasi yang berbeda zaman ini saling bekerjasama dan bahu membahu untuk menancapkan bendera Merah Putih di puncak-puncak dunia untuk Indonesia. Pasalnya, pendakian ini bisa menjadi salah satu cara untuk membentuk mental bangsa juga," papar Gembong dalam jumpa pers.

Ditambahkan Hari Siaga Amijarso selaku Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia (BRI), pihaknya memang tertarik mensponsori pendakian ini karena sesuai dengan semangat Bank BRI yang selalu ingin menjadi pionir untuk menghadapi tantangan, dan selalu ingin meraih puncak prestasi tertinggi. 

Selain itu, generasi muda Gerakan Pramuka juga dikenal memiliki kepribadian bertakwa kepada Tuhan, tangguh, disiplin, dan berbudi luhur. 

BacaSerena Williams Melahirkan Seorang Putri

"Gerakan pramuka erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Oleh karena itu, Bank BRI mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Kwarnas Pramuka," ujar Hari lewat rilis jumpa pers yang diterima Metrotvnews.com.

Kesempatan bisa mengunjungi Mount Blanc akan dimanfaatkan tim ekspedisi juga untuk melakukan riset pengelolaan pariwisata gunung. Pasalnya, Indonesia yang memiliki beragam gunung indah belum bisa terekspos dengan baik di mata dunia. 

"Kita bisa lihat sendiri betapa indahnya gunung Rinjani, tapi masih belum bisa tertata dengan baik. Kemudian, ada lagi gunung Semeru, Lawu, dan Slamet juga. Oleh karena itu kami juga akan riset tentang pemberdayaan gunung juga di Mont Blanc," pungkas Adhyaksa yang sudah menaklukkan 60 gunung di dalam dan luar negeri tersebut.

Di akhir sesi jumpa pers, Adhyaksa tak lupa memohon restu dan doa kepada masyarakat Indonesia. Ia berharap agar jalannya ekspedisi berlangsung lancar dan semua anggota yang berangkat bisa kembali lagi ke Tanah Air dengan selamat. 

Berikut daftar nama dan usia 18 anggota tim ekspedisi Mont Blanc

1. Adhyaksa Dault (54 tahun)
2. Gembong Tawang Alun (59 tahun)
3. Anton Apriyantono (58 tahun)
4. Hidayat Hassan (61 tahun)
5. Ariesto Edwin (56 tahun)
6. Tumpak Simanjuntak (57 tahun)
7. Popo Nurakhman (37 tahun)
8. Soewarjono Lempo (39 tahun)
9. Edi Karyudi (44 tahun)
10. Eko Sulistio (44 tahun)
11. M. Syanusi (29 tahun)
12. Karsiman (33 tahun)
13. M. Fairus (28 tahun)
14. Norman (35 tahun)
15. Wiyanto Suharjo (53 tahun)
16. Sari Madjid (55 tahun)
17. Dr. Adhyrusman (53 tahun)
18. Hariqo Wibawa Satria (35 tahun)

 


(PAT)