Kirab Pemuda Nusantara dimeriahkan Lomba Nyongkolan

Rendy Renuki H    •    01 November 2018 20:16 WIB
berita kemenpora
Kirab Pemuda Nusantara dimeriahkan Lomba Nyongkolan
Para peserta Kirab Pemuda di Lombok Barat (Dok. Kemenpora)

Lombok Barat: Kirab Pemuda Nusantara 2018 Zona Merauke dimeriahkan dengan lomba budaya Lombok, nyongkolan. Barisan peserta kirab dari 17 provinsi ini diiringi seribuan lebih peserta lomba nyongkolan.

Para peserta kirab dilepas dari lapangan Mareje Gerung dan berjalan menuju Bencingah Agung Giri Menang-Gerung. Iring-iringan diawali paskibra sebanyak 27 orang membawa bendera merah putih. Selanjutnya disusul peserta kirab yang diiringi  oleh 20 orang anggota Pramuka.

Tak ketinggalan pendamping dan tim kesehatan 50 orang juga ikut serta. Kirab ini sendiri ditujukan untuk membangkitkan pembangunan kepemudaan dengan melintasi antar pulau se-Indonesia. Saat ini Lombok Barat menjadi titik singgahnya.

Satu jam setelah dilepas, para peserta lomba pawai budaya melintasi Bencingah Agung. Iring-iringan pertama dari "pasangan penganten" SMAN 1 Sekotong yang mengerahkan 50 pasang pengantin. Disusul SMKN 1 Gerung dengan 60 peserta, kemudian SMAN 1 Narmada dengan 56 peserta. Setalah itu disusul 6 SMA lainnya dari Kuripan, Gerung, Lembar dan Labuapi dan Madrasah Aliyah Negeri.

Sekda Lobar, Ir. H.M. Taufiq menyampaikan ucapan terimakasih atas dipilihnya Lobar sebagai salah satu titik singgah kirab tahun ini. Ia berharap momentum ini bisa jadi ajang kebangkitan Lombok. 

"Meski kena gempa, hilang rumah, tapi semangat tidak boleh hilang (semangatnya). Kita harus buktikan bahwa Lombok sudah aman," ujarnya secara bersemangat.

Sementara itu Sekda Nusa Tenggara Barat (NTB), Rosiadi menegaskan meski daerahnya pada beberapa bulan lalu diterjang gempa yang begitu dahsyat. Namun saat ini masyarakat Lobar dan NTB telah bangkit.

Selain itu, tempat wisata di NTB, kata dia sudah aman dan telah siap menyambut kedatangan para wisatawan.

"(NTB) Pulaunya begitu indah. Pantainya yang begitu indah seperti pantai Mandalika, (Mandalika) itu adalah destinasi wisata dunia. Karena yang datang kesana adalah orang-orang dari seluruh dunia. Memang hotelnya belum sepenuhnya jadi. Insya alloh. Tapi kalo sekarang sudah siap untuk adek-adek kunjungi," katanya.

Dia juga berharap agar peserta Kirab Pemuda Nusantara itu nantinya berkeliling ke berbagai tempat wisata di seluruh NTB dan mengabarkannya melalui sosial media seperti Instagram, Facebook dan Twitter.

"Sebarkan ke seluruh penjuru dunia bahwa Lombok ini indah dan aman dikunjungi," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Rosiadi melontarkan candaan kepada para peserta lomba nyongkolan agar tidak kawin muda. "Itu kan tadi cuma lomba saja (Nyongkolan)," ujarnya.

Dia berharap kepada para peserta agar menunda perkawinan sampai selesai kuliah. "Besok kalau sudah selesai kuliah baru berumah tangga agar generasi berikutnya bisa menjadi generasi berkualitas," tegasnya.

Di lokasi yang sama, Menpora yang diwakili Asisten Deputi Bidang Peningkatan Kreativitas Pemuda, Junaidi M.Si mengatakan bahwa budaya nyongkolan senafas dengan kegiatan kirab pemuda nusantara 2018. 

Budaya nyongkolan itu, kata dia, perlu dipertahankan ditengah maraknya budaya asing. Hal tersebut dimaksudkan untuk menjaga tradisi asli daerah tersebut.

"Saya pikir (Nyongkolan) ini kearifan lokal yang perlu dipertahankan yang perlu diwariskan kepada generasi muda," katanya.

"Kita tahu budaya kita banyak, melalui kegiatan ini saya pikir bagus sekali dalam rangka mempererat persatuan dan kesatuan kebhinekaan itu," tambah dia.

Djunaidi berpesan kepada generasi muda NTB untuk tetap semangat dan cepat bangkit.

"ini (gempa bumi) merupakan cobaan yang harus diatasi bersama. Kita yakin cobaan tuhan takkan melampaui kekuataan kita," katanya.

Sekedar informasi, kirab Pemuda Nusantara 2018 ini dilaksanakan sudah 2 tahun. Pesertanya diseleksi secara online dan yang mendaftar lebih dari 11 ribu. Dari jumlah tersebut yang dipilih dalam satu provinsi hanya 2 orang untuk ikut kirab pemuda.

Zona kirab ini sendiri dibagi 2 yaitu Sabang dan Merauke. Masing-masing zona adakan kegiatan di 17 provinsi selama 73 hari. Masing-masing provinsi adakan kegiatan selama 5 hari.
Junaidi berharap kegiatan ini berjalan lancar dan aman dengan prinsip zero accident dan dapat diambil manfaatnya.

"Saya berharap para peserta bisa menjadi kader perubahan. Selain itu bisa makin memperkuat kebhinekaan dan persatuan Indonesia," pungkasnya.

Usai acara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Deputi Menteri ke Sekda Provinsi NTB. Selanjutnya pataka itu diserahkan kepada para pemuda yang tergabung dalam kirab pemuda Nusantara.

Untuk pemenang lomba nyongkolan sendiri juara pertama diraih SMAN 1 Gerung, juara 2 diraih SMKN 2 Kuripan dan juara 3 diraih SMAN 1 Narmada.

 


(REN)