Bonus Atlet Olimpiade 2016

Akhirnya, Atlet Peraih Medali di Olimpiade Terima Bonus

Kautsar Halim    •    02 November 2016 15:36 WIB
olimpiade 2016
Akhirnya, Atlet Peraih Medali di Olimpiade Terima Bonus
Momen saat penyerahan bonus kepada atlet-atlet yang berprestasi di ajang Olimpiade 2016 (Foto: MTVN/Kautsar Halim)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sudah melunasi hutangnya kepada atlet berprestasi Indonesia. Miliaran rupiah bonus yang sebelumnya dijanjikan untuk peraih medal Olimpiade 2016, secara resmi dicairkan pada hari ini, Rabu 2 November.

Acara pemberian bonus dilakukan dengan meriah sambil dihadiri pemangku kepentingan dan seluruh atlet terkait di Gedung Olahraga POPKI, PPPON, Cibubur, Jakarta Timur. Tampak hadir di antara  jajaran tamu VVIP, ada Menpora Imam Nahrawi, Ketua KONI Tono Suratman, Wakil Ketua DPR Fachri Hamzah, serta Cdm Olimpiade Raja Sapta Oktohari.

Persis dengan yang telah dijanjikan sebelumnya, tidak ada perbedaan jumlah bonus untuk atlet yang berprestasi di ajang Olimpiade maupun Paralimpiade. Seluruh bonus akan ditransfer ke rekening masing-masing dan dicairkan secara keseluruhan (tidak bertahap). Bonus peraih emas Rp5 miliar, perak (Rp2 miliar), dan perunggu (Rp1 miliar).
 

Baca: Jokowi Ingin Indonesia Masuk Lima Besar pada Asian Games 2018


Indonesia berhasil merebut empat medali di ajang Olimpiade dan Paralimpiade 2016. Rinciannya, satu emas diraih Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (bulu tangkis), dua perak direbut Eko Yuli Irawan (angkat besi) dan Sri Wahyuni (angkat besi), sedangkan satu medali perunggu diraih Ni Nengah Widiasih lewat cabor angkat besi Paralimpiade.

Tidak selesai sampai di situ, pemerintah juga tidak lupa memberikan bonus kepada para pelatih yang telah mengantarkan nama-nama atlet yang telah disebutkan di atas. Richard Mainaky yang merupakan pelatih Tontowi/Liliyana mendapat Rp2 miliar, Dirdja Wihardja (pelatih Eko Yuli) dan Supeni (pelatih Sri) mendapat Rp800 juta, kemudian Koni Ruswanti yang merupakan pelatih Ni Nengah meraup Rp400 juta.
 

Baca juga: Ratusan Atlet Paralympic Jawa Tengah Diarak Keliling Solo


"Dengan begini artinya Menpora tidak PHP (Pemberi Harapan Palsu). Kalau memang sempat lama dan dianggap PHP, itu karena pencairan bonus ini menyangkut administrasi negara yang harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian," ujar Menpora dalam kata sambutannya.

"Sekarang, silakan saja bonus itu mau digunakan untuk apa saja juga boleh. Mau untuk slametan atau dibagi dengan rekan-rekan atau pelatih, itu semua terserah kalian," tambahnya.

Video: Sean Gelael Siap Tampil di WEC 2016 Seri Tiongkok
 


(ACF)