PON 2016

Cerita Anak Penjual Kopi Sumbangkan Emas di PON 2016

Ahmad Rofahan    •    18 September 2016 16:39 WIB
olahragatokohpon 2016
Cerita Anak Penjual Kopi Sumbangkan Emas di PON 2016
Reinhard Tomel (Foto: MTVN/Ahmad Rohafan)

Metrotvnews.com, Cirebon: Seorang perempuan dengan menggunakan kaos merah, terus menyorakkan dukungan untuk Tim Selam DKI Jakarta, saat pertandingan nomor selam 400 meter surface putra dilangsungkan. Dia terus meneriakkan semangat, dengan mengibarkan bendera DKI Jakarta yang tergenggam erat ditangannya.

Ketika nama Reinhard Tomel, disebut oleh panitia sebagai pemenang dan peraih medali emas dalam pertandingan itu, wajah gembira perempuan itu terlihat cukup jelas. Teriakannya lebih kencang dan langsung mendapatkan ucapan selamat dari atlet DKI Jakarta lainnya yang duduk bersebelahan.

Tidak sampai disitu, kegembiraannya juga kembali terpancar, saat nama Yohanes Richard Aditya, juga disebutkan menjadi peraih medali perunggu dalam perlombaan yang sama. Baik Yohanes dan Renihard hanya memiliki selisih 11 detik dalam perlombaan tersebut. Reinhard berhasil finish dengan catatan waktu 3 menit 10 detik, sedangkan Richard finish dengan waktu 3 menit 21 detik.

(Baca juga: DKI Jakarta Borong Empat Emas di Selam Kelas Kolam)

Perempuan yang paling bergembira dengan kemenangan itu adalah Elbriani Sinaga, Ibunda dari Reinhard dan Yohanes. Kedua putranya itu, menjadi penghasil medali bagi tim selam DKI Jakarta. Reinhard sudah berhasil menggondol dua emas sekaligus memecahkan rekor baru. Sedangkan Richard menyumbangkan satu perunggu.

Perjuangan untuk untuk membesarkan nama kedua atlet berbakat tidaklah mudah. Elbriani mengisahkan dirinya sampai rela berjualan kopi di Komplek Gelora Bung Karno Senayan untuk bisa menghidupi keluarga, termasuk membelikan Reinhard dan adiknya peralatan renang.

“Saya kumpulkan uang dari berjualan kopi, untuk membeli peralatan selam untuk Reinhard,” kata Elbriana di Cirebon, Sabtu (18/09/2016).



Elbriani mulai berhenti berjualan kopi, saat sang putra sudah mulai berprestasi di cabang selam. Namun, kadang ia masih berjualan setiap kali ada event pada olahraga tersebut. Elbriani akhirnya berhenti berjualan kopi, saat Reinhard memintanya untuk lebih fokus mendampinginya mengikuti kejuaraan dunia. Apalagi, saat itu ayah Reinhard baru saja meninggal dunia.

"Berhenti total pas Reinhard ikut kejuaraan dunia di Belanda. Dia berhasil mendapatkan 3 emas dan 2 perak,” terang Elbriani.

(Baca juga: Rekor Asia Terpecahkan di Selam Kelas Kolam)

Rasa gembira Elbriani kembali tumbuh, saat adik Reinhard, yaitu Yohanes mengikuti jejak kakaknya. Ia juga bergabung dalam tim selam kolam DKI Jakarta. Elbriani dan keluarganya, sekarang tinggal di rumah, yang ia beli dari hasil bonus Sea Games dan PON Riau yang didapatkan oleh anaknya beberapa tahun yang lalu.

"Kami tidak membeli rumah baru, tetapi kami membeli rumah bekas yang dijual,” kata Elbriani.

Dengan dua medali emas dan satu perunggu yang berhasil diraih menjadi sebuah berkah bagi Reinhard dan Yohanes. Secara praktis Elbriani pun juga kecipratan rezeki dari sang anak. Namun, ia mengaku, tidak akan mencampuri penggunaan uang tersebut. Ia serahkan langsung kepada kedua putranya.

"Terserah mereka mau buat apa, mau beli apa atau mau digunakan usaha apa," Kata Elbriani.



Usai mendapatkan medali, Reinhard tak melupakan Elbriani, sosok orang tua yang selalu mendukungnya. Ia mengaku Elbriani adalah sosok penting keberhasilannya dalam meraih dua emas dan rekor baru. 

"Orang tua memiliki peran penting, terutama dukungan yang selalu diberikan selama pertandingan," imbuh Reinhard.



(PAT)