ASEAN Basketball League (ABL) 2017

Awal 2018, CLS Knights Diperhadapkan Lawan Sulit

Krisna Octavianus    •    03 Januari 2018 15:33 WIB
asean basketball league
Awal 2018, CLS Knights Diperhadapkan Lawan Sulit
Kapten tim CLS Knights Indonesia Sandy (Kiri) dan Pelatih Koko Heru Setyo Dwi Nugroho. (Foto: ist)

Surabaya: Jelang menghadapi laga lanjutan ASEAN Basketball League (ABL) di awal tahun 2018 ini, CLS Knights Indonesia akan menjamu salah satu tim kuat asal Tiongkok, Chongson Kung Fu. Pertandingan akan berlangsung di GOR Kertajaya pada Sabtu 6 Januari.

Sejatinya Chongson Kung Fu datang dengan berbekal penuh percaya diri lewat tiga kemenangan beruntun yang mereka raih dan sekaligus membuat tim asal Tirai Bambu tersebut berada dalam posisi runner-up klasemen sementara. Sebaliknya, empat kekalahan beruntun yang diderita oleh CLS Knights Indonesia, mengantarkan tim kebanggaan warga Surabaya ini terlempar di posisi delapan klasemen.

Mengomentari jelang laga, pelatih CLS Knigths Indonesia, Koko Heru Setyo Nugroho menggambarkan bahwa pertarungan timnya dengan Chongson seperti layaknya duel David versus Goliath.

"Saya katakan kepada para pemain, game ini seperti David versus Goliath. Kita sudah melihat tayangan video mereka. Di atas kertas kekuatan pemain mereka unggul pada semua lini. Tapi bukan berarti lawan tidak punya kelemahan. Dalam situasi ini kita harus bermain taktis dan pintar untuk menghadapi mereka. Paling penting juga di tengah hasil minor yang kami alami saat ini adalah menjaga semangat tim karena memang obatnya cuma menang. Empat kekalahan beruntun memang menyakitkan, tapi saya merasa progres tim sebenarnya sudah dalam jalur yang benar," ujar Koko.

Sementara itu, kapten tim CLS Knights Indonesia, Sandy Febriansyakh Kurniawan, mengungkapkan keinginan timnya untuk bisa bangkit meraih kemenangan kembali dan seraya menjaga asa peluang lolos play-off pada musim pertama mereka di ajang ABL musim ini.

"Harapan saya dan para pemain di tahun baru ini adalah bangkit dari  kekalahan. Kami ingin fokus dari hal yang kecil dulu di dalam tim. Untuk sisa lawan selanjutnya itu sudah pasti menjadi pantauan kita. Tapi yang terpenting kami akan benahi berbagai kekurangan di internal kita. Meski Chongson merupakan tim kuat, kita akan berusaha mengambil kemenangan untuk fans CLS Knights yang selalu setia bersama kita dalam situasi apapun," ungkap Sandy, panggilan akrabnya.

Meski mengalami periode yang pelik karena mengalami empat kekalahan beruntun, Koko menilai sebenarnya timnya bisa bersaing dengan lawan. Hilangnya Duke Crews yang menjadi salah satu motor permainan memang sedikit berdampak buat irama permainan CLS Knights di lapangan. Akan tetapi, Koko tidak mau menjadikan itu sebagai salah satu alasan utama. 

Baginya, semua pemain, baik lokal maupun asing sudah memberikan kontribusi yang nyata paska menepinya Duke Crews. Pelatih muda yang besar di klub Indonesia Muda tersebut justru menilai pekerjaan rumah terbesar di timnya adalah menjaga konsistensi energi permainan selama 4 x 10 menit.

 


(KRS)