Jelang Asian Games 2018

Terkendala Kualitas Kuda, Pordasi Targetkan Sekeping Emas di Asian Games 2018

Kautsar Halim    •    30 Oktober 2017 17:50 WIB
olahragaasian games 2018
Terkendala Kualitas Kuda, Pordasi Targetkan Sekeping Emas di Asian Games 2018
Salah satu rider Indonesia sedang memantau kesiapan kuda di ajang Cinta Indonesia Open 2017.

Metrotvnews.com, Tangerang: Ketua umum Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Eddy Saddak tidak memasang target muluk di ajang Asian Games 2018. Meski Indonesia bakal menjadi tuan rumah, ia hanya menyanggupi target satu medali emas.

Minimnya harapan Eddy bukan tanpa alasan. Itu ia katakan karena negara saingan Indonesia cukup berat dan pihaknya sedang terkendala kualitas kuda yang bakal digunakan. Atas dasar itu, bisa tampil kompetitif saja dianggap Eddy sudah merupakan progres bagi tim Indonesia.

"Event Asian Games itu berada satu strip di bawah Olimpiade. Jadi, pertandingannya bakal sulit meski kami berstatus sebagai tuan rumah. Satu medali emas saya rasa cukup realistis karena kualitas kuda-kuda kami juga masih sulit bersaing. Kalau kualitas para penunggang atau atlet sudah bisa bersaing," kata Eddy di sela-sela event Cinta Indonesia Open (CIO) di APM Equistrian Centre, Tangerang, Banten, Minggu (29/10/2017).


Klik: Indonesia Sabet Empat Gelar di IIC 2017


Asian Games 2018 dijadwalkan bergulir pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. Rencananya Indonesia akan mengirimkan 15 atlet untuk mengisi tiga nomor equistrian yang dipertandingkan, yakni dressage, eventing, dan jumping. 15 atlet dibutuhkan karena masing-masing nomor itu memilki satu pemain cadangan.

Ketum Pordasi Eddy Saddak. (Foto: MTVN/Kautsar)


Persoalan finansial masih menjadi kendala utama atas perkembangan kualitas kuda di Indonesia. Kendati demikian, Eddy dan pihaknya tidak patah semangat untuk terus mengupayakan agar para atletnya mendapat kuda terbaik dan bisa menjalani pemusatan latihan di luar negeri.

"Untuk naik level turnamen (ke Asian Games) lihat kudanya dulu. Kalau performa atlet, saya rasa sudah bisa bersaing. Sekarang, tinggal kudanya saja. Kalau nantinya bakal menggunakan kuda dari luar Indonesia, kami akan kirim atletnya ke Eropa untuk menjalani berbagai turnamen di sana," kata Eddy.


Klik: Ucapan Selamat Neymar untuk Hamilton


Sementara itu, beragam kegiatan dilakukan para atlet nasional agar makin mantap melakoni Asian Games 2018. Salah satunya adalah dengan mengikuti  ajang Cinta Indonesia Open (CIO) 2017 yang merupakan turnamen equistrian terbesar di Tanah Air. Selain melibatkan para atlet nasional, CIO 2017 juga diikuti lebih dari 500 atlet berkuda Tanah Air dari segala usia.

 


(ACF)