World Supersport 300

Ali Adriansyah Cetak Poin Perdana di Imola

M Studio    •    16 Mei 2017 16:09 WIB
ali adriansyah
Ali Adriansyah Cetak Poin Perdana di Imola
Pebalap World Supersport 300 Ali Adriansyah Rusmiputro berdiskusi dengan pelatih balapnya, Maturana (Foto:Dok)

Metrotvnews.com, Jakarta: Putaran ketiga ajang balap dunia World Supersport 300 telah berlangsung di Sirkuit Imola, Italia, pada Minggu, 14 Mei 2017. Pebalap Muda berbakat Indonesia, Ali Adriansyah Rusmiputro, berhasil memeroleh poin perdana setelah menyelesaikan balapan di urutan ke-14 dari 37 pebalap.

Saat menjalani sesi latihan bebas pertama, catatan waktu terbaik Adrian adalah 2 menit 16 detik. Tak lekas berpuas diri, Adrian beserta tim Pertamina Almeria Racing Team melakukan evaluasi agar mendapat hasil yang jauh lebih baik di lintasan yang dihadapinya.

Dengan melakukan beberapa set up pada sistem elektronik motor, Adrian dapat tampil lebih kompetitif pada sesi latihan bebas kedua. Catatan waktunya membaik hingga kurang lebih 2 detik, sehingga perolehan waktu terbaiknya menjadi 2 menit 13,919 detik.

Perolehan tersebut memicu rasa percaya diri dan optimisme Adrian terhadap kemampuannya. Adrian dan pelatihnya kembali melakukan improvisasi dengan mengubah mapping ECU (Electronic Control Unit) pada motornya agar performa Adrian dapat lebih agresif lagi. Namun saat melakukan sesi kualifikasi, ia merasakan sedikit permasalahan pada motornya. Ketika berada di tikungan dan saat membuka gasnya secara perlahan, limit motornya menurun. Hal itu membuat perolehan waktu terbaiknya menjadi hanya 2 menit 14,799 detik, dan terpaksa start dari posisi ke-26.
 


Pelatih balap Adrian, Maturana, mengungkapkan bahwa persiapan dan strategi kali ini lebih maksimal. "Pada balapan kali ini yang diperlukan hanya confidence serta fokus, yang tahu kondisi di lintasan hanya Adrian. Strategi kami dari awal hanya melaju secepat mungkin sejak start, dan melakukan attack pada pebalap yang ada di depan," ujar Maturana.

Selepas start, Adrian yang berada di posisi ke-26 langsung berusaha melesat ke depan, tikungan pertama dapat dilaluinya dengan baik dan saat itu ia sudah berhasil menduduki urutan ke 22. Hanya membutuhkan satu lap Adrian berhasil berada di posisi 17, setelah sempat sedikit mendapat perlawanan dari Kimi Patova.

Kemudian setelah memasuki lap ke-2, Adrian maju ke posisi 16. Ia mulai menguasai ritme balap, dan saat memasuki tiga lap terakhir, ia sempat berhasil menyusul pebalap asal Belanda, Scott Deroue. Adrian sempat mendapat tekanan dari pebalap lainnya, sehingga ia sempat sedikit bersenggolan dan merasakan sedikit slide pada ban depannya. Namun konsistensi Adrian membuahkan hasil, ia pun berhasil lepas dan menyusul pebalap lain yaitu Alex Murley dan dapat bertahan di posisi 14 hingga bendera finish dikibarkan.


 
"Dari awal start, saya sempat melihat ada 2 sampai 3 rider yang terjatuh. Fokus saya hanya bisa menyusul pebalap yang berada di depan saya saat itu. Pokoknya, ada pebalap di depan harus saya susul. Pada akhirnya saya mendapatkan lap time yang bagus dan bisa terus melaju. Alhamdulillah, sudah dapat confidence-nya, ritme dengan motor juga semakin baik. InsyaAllah race berikutnya juga bisa lebih baik lagi”, tutur Adrian.

Circuit Imola yang terletak di San Marino, Italia, ini memiliki panjang lintasan sejauh 4,936 km yang terdiri dari 22 tikungan dengan 9 tikungan ke kanan dan 13 tikungan ke kiri. Sirkuit yang dibangun sejak tahun 1981 ini memiliki sejarah cukup panjang, dimana salah satunya adalah kecelakaan yang merenggut nyawa pebalap F1 legendaris Ayrton Senna pada tahun 1994. Selain itu sirkuit ini juga didominasi tikungan-tikungan berkarakter cepat yang tentu saja akan menjadi tantangan tersendiri bagi para pebalap.

Oleh karena itu, Adrian berusaha mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, salah satunya adalah melakukan latihan fisik yang lebih berat daripada biasanya.


 
"Saya memang menerapkan latihan fisik untuk Adrian sedikit lebih keras dari biasanya agar ia memiliki kekuatan serta stamina yang lebih baik ketika diatas motor. Namun yang terpenting adalah selalu membangun motivasi serta feel-nya di atas motor untuk dapat tampil maksimal dan  lebih kompetitif saat melakukan fight race," ujar Manajer Pertamina Almeria Racing Team, David Garcia.

Atas hasil tersebut, Adrian beserta tim cukup senang. "Adrian telah menunjukkan bahwa ia berkembang dengan baik dan berhasil mendapatkan 2 poin perdananya. Hal itu cukup baik untuknya. Ia pun dapat melakukan fight race dengan pebalap hebat lainnya. Dan terlihat semakin nyaman dengan motor Yamaha YZF-R3 yang ditungganginya. Bahkan best time yang ia dapat lebih baik dari latihan bebas dan kualifikasi, yaitu 2 menit 12,641 detik. Saya cukup senang dan tidak sabar untuk melihat penampilan Adrian selanjutnya," kata David Garcia.

Ali Adriansyah bersama Pertamina Almeria Racing Team dengan dukungan penuh PT Pertamina (Persero) dijadwalkan akan kembali balapan pada putaran keempat ajang World Supersport 300 yang akan berlangsung di Sirkuit Donington Park, United Kingdom, 26 hingga 28 Mei 2017.
(ROS)