Wewey Wita

Jurus 'Ayam Sayur' yang Mengantarkan Wewey Meraih Emas SEA Games 2017

A. Firdaus    •    01 September 2017 07:19 WIB
sea games 2017
Jurus Ayam Sayur yang Mengantarkan Wewey Meraih Emas SEA Games 2017
Wewey Wita (kanan) mengangkat tangannya usai menjatuhkan Tran Thi Them dalam final tanding kelas B 50-55 Kg putri pencak silat SEA Games 2017 (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pesilat Wewey Wita berhasil mempersembahkan emas pertamanya pada ajang SEA Games 2017. Bermain di kelas B, Wewey berhasil mengalahkan wakil Vietnam Tran Thi Them di final tanding pencak silat.

Pencapaian itu dianggap menjadi jawaban rasa penasaran Wewey setelah dalam dua edisi SEA Games sebelumnya, ia selalu meraih perak. Tak ayal kemenangan ini bakal selalu diingat oleh perempuan kelahiran Tangerang 5 Februari 1993 silam.

Namun di balik itu semua, Wewey mengaku memiliki strategi khusus untuk bisa memenuhi targetnya menjadi yang terbaik di ajang SEA Games. Salah satunya dengan melakukan jurus teknik menggunting selama perjalanannya menuju podium utama.

Klik di sini: Raih Emas di SEA Games Ketiganya, Wewey Ungkap Rahasia

Meski merupakan gerakan legal di pencak silat, jurus menggunting ini memang jarang digunakan oleh pesilat pada umumnya. Bahkan dianggap sebelah mata. Tapi bagi Wewey, jurus ini menjadi andalannya dalam perjalanan meraih emas.

"Di silat bukan hanya banyak menendang, memukul dan membanting. Tapi bertanding juga harus memakai taktik dan strategi yang baik," ujar Wewey membuka percakapan dengan Metrotvnews.com.

"Mungkin sebagian orang bilang itu teknik yang enggak ada gunanya karena enggak mendapat poin andai lawannya tidak jatuh. Tapi bagi saya itu taktik dan strategi saya," sambungnya.

"Teknik guntingan tidak bisa diserang apabila gagal. Lain dengan lawan saya di final (Thi Them) yang kerap menggunakan teknik sapuan. Sebenarnya teknik menggunting masuk ke bagian membanting lawan," terangnya.
 
 

Alhamdulillah ya Allah.. Puji dan syukur hamba panjatkan kepadaMu, tiada daya dan upaya melainkan atas kehendakmu ya Robb.. Akhirnya hamba di berikan kesempatan untuk membanggakan Negara Indonesia.. Thank you so much for my family dan kepada seluruh masyarakat Indonesia dan semua yang telah mendukung serta mendoakan wewey.. Tanpa kalian wewey bukanlah apa2.. Dan tanpa doa serta dukungan kalian wewey tidak akan bisa seperti sekarang ini.. Terimakasih banyak..akhirnya setelah 3x perjuangan wewey di Seagames, wewey bisa merubah Perak menjadi medali Emas di Seagames kali ini..dan ini semua untukmu Negaraku dan untuk masyarakat Indonesia!!! #indonesia #pencaksilat #pelatnas #seagames2017 #goldmedal #pelatnasindonesia

A post shared by wewey wita (Yeo Chuwey) (@w2y_wita) on


Di final, Wewey kerap kali melakukan guntingan. Ia sengaja menerapkan strategi tersebut lantaran posisinya saat itu sedang unggul. Sebab teknik itu bisa menjadi bagian mengulur waktu.

"Mungkin kebanyakan orang menganggap itu merupakan teknik ayam sayur. Namun di mata saya, apa pun teknik yang bisa membuat posisi saya unggul, akan saya lakukan. Lantaran di teknik tersebut ada gerakan mundur di lantai, makanya teknik itu dibilang ayam sayur," sambungnya.
 

Aksi Wewey (merah) yang menggunakan teknik menggunting (Foto: Youtube)

Teknik yang disebut Ayam Sayur tersebut berjalan efektif ketika Wewey bertanding saat semifinal. Ketika itu, dua kali lawannya jatuh lantaran Wewey menggunakan teknik tersebut.

"Kalaupun sang lawan enggak jatuh saya takkan rugi karena enggak bisa ditendang dan juga pasti pertandingan diberhentikan wasit dan mulai lagi dari posisi siap awal di tengah," ungkap dara berusia 24 tahun tersebut.

Usai berhasil mengubah perak menjadi emas, anak sulung dari pasangan Ani Rohimah dan Yeo Meng Tong menatap event selanjutnya, Asian Games. Ia berharap bisa kembali memperkuat timnas dan mengulangi kesuksesannya untuk bisa mengharumkan Indonesia yang menjadi tuan rumah pada pesta olahraga se-Asia tersebut.

Fasilitas Media Press Center di SEA Games 2017
 


(ACF)