Pengaturan Skor di IBL

Fakta Berantai yang Membongkar Pengaturan Skor di IBL

A. Firdaus    •    22 November 2017 23:11 WIB
liga bola basket indonesia
Fakta Berantai yang Membongkar Pengaturan Skor di IBL
Ilustrasi (Foto: IST)

Jakarta: Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) terus mendapatkan fakta-fakta baru terkait pengaturan skor di Indonesian Basket League (IBL) 2017. Mereka terus menggalinya demi benar-benar menemukan sebuah fakta yang dipercaya.

Setelah menghukum sembilan nama yang sudah terbukti melakukan pengaturan skor, kini Perbasi mendapatkan info baru tentang daftar 13 nama yang juga ikut melakukan cara haram itu. Menariknya, daftar nama baru itu terbongkar justru karena aduan dari salah seorang, dari sembilan nama pelaku.

Menurut Ketua Umum PP Perbasi Danny Kosasih di Jakarta, salah satu pelaku memutuskan untuk membongkar semuanya kepada Perbasi. Itu dilakukan karena pelaku sudah merasa tidak nyaman dengan perbuatannya.

Klik di sini: Honda dan McLaren Ingin 'Cerai Baik-baik'

Selain itu, Danny juga memastikan bahwa kesembilan pelaku tersebut semuanya adalah penggawa JNE Siliwangi Bandung dan mereka juga sudah mengakui perbuatan mereka.

Para pelaku tersebut juga sudah rela dihukum oleh Perbasi berdasarkan surat resmi bernomor 508/XI/PP/2017 bertanggal 21 November 2017. Mereka mendapat sanksi tidak boleh terlibat di seluruh kegiatan bola basket Indonesia.

Ketiga, Danny mengungkapkan bahwa kesembilan pelaku tersebut berbuat curang pada empat hingga lima pertandingan IBL 2017. Adapun di kompetisi itu, JNE Siliwangi Bandung gagal melaju ke playoff setelah hanya menang empat kali dari 14 pertandingan.

Klik di sini: Dua Wakil Ganda Putra Lolos ke Babak Kedua

Keempat, para pelaku "match fixing" IBL 2017 mengaku melakukan perbuatan haram tersebut karena terpaksa, sebab mereka tidak digaji oleh klubnya.

"Kami Perbasi tidak bisa menerima alasan tersebut. Pengaturan skor dan tidak digaji adalah dua hal yang berbeda," ujar Danny.

Menariknya, para pelaku melakukan tugas yang berbeda-beda dalam melancarkan aksi mereka. Kemudian bandar atau sosok utama di balik pengaturan skor IBL 2017 berasal dari luar negeri. Selain itu, bukan tak mungkin Perbasi akan mendalami kasus ini untuk membongkar siapa lagi yang terlibat pengaturan skor ini.

"Semakin penting perannya, hukuman dari Perbasi semakin berat. Kami bisa pastikan bandarnya dari luar negeri, tepatnya kawasan Asia," terang Ketua Bidang Hukum Perbasi George Fernando Dendeng.

Selain pemain lokal, Perbasi juga menemukan lima orang pemain asing di IBL 2017 yang diyakini terlibat kasus ini. Para pemain asing tersebut dipastikan tak masuk dalam draf pemain untuk IBL musim 2017--2018. (Ant)

Atlet Peraih Emas Asian Games Dijanjikan Bonus Rp5 M
 


(FIR)