Srikandi Cup Seri I

Hujan Tembakan Tiga Angka Antar Surabaya Fever ke Final

Krisna Octavianus    •    01 Desember 2017 19:23 WIB
basket putri
Hujan Tembakan Tiga Angka Antar Surabaya Fever ke Final
Kapten Tim Surabaya Fever, Henny Sutjiono (Foto: ist)

Makassar: Surabaya Fever memastikan langkah mereka ke babak Final Srikandi Cup Seri I. Itu terjadi setelah pada semifinal mereka mampu mengalahkan klub asal Kalimantan Barat, Tenaga Baru Pontianak dengan skor 83-59, Sabtu 1 Desember sore WIB.

Hujan tembakan tiga angka mengiringi kemenangan Fever atas Tenaga baru Pontianak. Tercatat mereka mampu membuat 16 kali tembakan tiga angka dari 46 total pencobaan. Akan tetapi, yang menjadi pusat perhatian pada pertandingan kali ini adalah kembalinya Astrid dalam pernampilan terbaiknya, yang pada pertandingan ini berhasil mencetak lima kali three poin sekaligus mengemas total 15 angka dan lima assist.

Cedera ACL berkepanjangan dua musim lalu kala ia bermain untuk Sahabat Semarang, sempat membuat ia putus asa untuk bisa berkiprah kembali di pentas basket nasional. Hanya saja ia akhirnya mampu bangkit dan kini secara perlahan ia mulai bisa menunjukkan permainan terbaiknya.

Astrid yang bertindak sebagai jenderal lapangan Surabaya Fever tidak hanya memberikan rasa nyaman dengan menjaga ritme permainan timnya, ia pun menunjukkan kelasnya dalam urusan eksekusi lemparan jarak jauh.

Sejak kuarter awal, Fever datang dengan ciri khas permainan timnya yakni mengandalkan lemparan-lemparan perimeter dan sesekali bermain set play dengan menargetkan center andalan mereka Gabriel Sophia untuk menusuk area pertahanan lawan. Surabaya Fever mampu unggul pada dua kuarter awal dengan selisih 20 angka (42-22).

Memasuki dua kuarter terakhir, hujan tembakan tiga angka pun kembali terjadi. Sementara itu, Tenaga Baru berusaha memperkecil ketertinggalan mereka lewat tusukan-tusukan di wilayah paint area Fever.

Catatan statistik menunjukkan bahwa Surabaya Fever mampu mencetak 23 poin dari turnovers lawan dan para pemain cadangan mereka berhasil mengemas 32 angka secara keseluruhan. Dalam game ini, dua pemain Fever, Astrid dan Debby menjadi top skorer bagi timnya, saat keduanya sama-sama mampu mencetak 15 poin.

"Meski menang saya selalu tidak pernah merasa puas. Tapi saya memberikan apresiasi untuk tim saya yang sudah mulai bermain dengan padu, khususnya tembakan-tembakan dari perimeter luar. Saya juga memberikan kredit bagi Tenaga Baru, mereka semakin bagus di musim ini dan hanya kurang chemistry saja," komentar Wellyanto Pribadi setelah pertandingan usai.

"Banyak yang bilang permainan saya sudah berubah semenjak mengalami cedera. Tapi bagi saya itu tidak masalah. Malah sekarang saya harus bermain lebih dewasa dan harus mengasah kemampuan shooting saya. Trauma cedera tidak saya pikirkan, hanya saja ada semacam memori dalam tubuh sini yang tidak boleh saya pikirkan secara berlebihan," ungkap Astrid yang baru pada Mei 2017 mulai berlatih intensif setelah cedera ACL.

Menanggapi kekalahan atas Fever, Pelatih Tenaga Baru Pontianak, Irma Amelya, mengaku anak asuhnya sudah berjuang dengan maksimal. Kini, timnya bersiap untuk berkonsentrasi dalam perebutan peringkat ketiga.

"Ini pertama kali kami masuk semifinal, mungkin agak sedikit nervous dan sesungguhnya mereka belum mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Kami akan coba evaluasi dari game ini untuk merebut peringkat ketiga besok,” kata Irma kepada awak media.

Pada babak final besok, Surabaya Fever akan meladeni perlawanan Merpati Bali yang pada pertandingan semifinal kedua berhasil mengalahkan Merah Putih Samator Jakarta 64-32. Pemain Merpati Yusranies Assipalma menjadi pemain terbaik bagi timnya dengan catatan statistik 12 poin, enam rebound, dan dua assist.

 


(KRS)