Ali Adriansyah Lebih Optimistis pada Paruh Musim Kedua

M Studio    •    10 Juli 2017 13:55 WIB
ali adriansyah
Ali Adriansyah Lebih Optimistis pada Paruh Musim Kedua
Pembalab Pertamina Almeria Racing Team, Ali Adriansyah, optimistis meraih posisi finis yang lebih baik hingga akhir musim balap Supersport 300/2017 di Sirkuit Jerez, Spanyol, 22 Oktober 2017 (Foto:MI/Bary Fathahilah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Performa pembalap Indonesia, Ali Adriansyah Rusmiputro, dalam debut di ajang Supersport 300 yang berlangsung di Eropa, terus menanjak pada paruh musim pertama. Ia dua kali mendapatkan poin dari balapan di Italia dan Inggris medio April-Mei. Hal itu menunjukkan kematangan Ali di balapan tersebut.

Ia memang sempat tak bisa finis akibat terjatuh pada balapan terakhir di Misano, Italia, 18 Juni 2017. Namun, peristiwa itu tak lekas menutup potensi pembalap yang pada 29 September, genap berusia 24 tahun. Ali terjatuh karena kehilangan grip ban depan akibat terlalu agresif menyusul pembalap di depannya, setelah harus memulai balapan dari posisi ke-22 yang notabene berada di urutan belakang.

"Di Misano, saya banyak belajar. Saya terjatuh karena ada masalah pada ban sehingga saya tidak bisa mengendalikan motor. Sebenarnya setiap pembalap pasti tahu kapan harus agresif atau membalap dengan tenang. Saya sedikit agresif di Misano karena membalap dari posisi 22, tapi banyak pelajaran yang saya dapat di sana," kata Ali, ketika ditemui di sela-sela latihannya di Sirkuit Internasional Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat, 7 Juli 2017.

Pada paruh musim kedua, pembalap Pertamina Almeria Racing Team itu mengaku sudah mulai nyaman dengan setelan motor Yamaha YZF-R3 yang menjadi tunggangannya. Permasalahan pada kopling yang dirasakannya di dua seri pertama Supersport 300 dan membuatnya gagal menyelesaikan lomba, kini sudah tidak lagi dirasakan.

Pada paruh musim kedua yang akan dimulai di Sirkuit Eurospeedway Lausitz, 20 Agustus, Ali mengaku optimistis bisa meraih posisi finis yang lebih baik hingga akhir musim balap Supersport 300/2017 yang berakhir di Sirkuit Jerez, Spanyol, 22 Oktober 2017. Di samping Lausitz dan Jerez, paruh kedua Supersport 300 akan berlangsung di Algarve, Portugal, dan Circuit de Nevers Magny-Cours, Prancis.


Didukung Pertamina

Ali akan kembali memoles teknik membalapnya di Spanyol pada 10 Juli di bawah pimpinan pelatih legendaris, Maturana, yang sempat melatih Maverick Vinales. Vinales kini membawa bendera Movistar Yamaha di ajang balap motor tertinggi, Moto-GP.

"Kalau selama di Indonesia, saya hanya mengasah fisik agar lebih kuat dan stamina lebih bagus saat mengendarai motor," ujarnya.

Di balapan Supersport 300, Ali mendapatkan dukungan penuh dari Pertamina, badan usaha milik negara yang bergerak di bidang migas. Dukungan itu direpresentasikan juga oleh Pertamina dengan menggubah motor tunggangan Ali menjadi bernuansa Indonesia dengan warna merah-putih.

Head of Marketing Communications Pertamina, Dendi T Danianto, mengungkapkan berdasarkan laporan tim Pertamina Almeria, motor yang ditunggangi Ali berada dalam kondisi optimal dan tangguh dalam balapan. Dendi pun yakin target yang dicanangkan Pertamina kepada Ali bisa tercapai. “Balapan motor ini kan ingin Ali bisa masuk dalam jajaran pembalap Moto2, lalu kemudian masuk ke Moto-GP. Jadi kita ingin sih, Ali bisa masuk 10 besar klasemen pembalap. Karena dengan itu juga ekspos media kan jadi besar dan Ali pun bisa semakin dilirik untuk balapan di kelas yang lebih tinggi,” katanya.

Selain dukungan dari segi sponsor, lanjut Dendi, pihaknya menyiapkan oli khusus untuk motor balap yang merupakan varian terbaru dari oli Enduro. Oli tersebut akan diuji coba oleh Ali untuk mendukung balapan di Supersport 300 berikutnya. (Media Indonesia)


(ROS)