Gowes Pesona Nusantara 2017

Semarak Gowes Pesona Nusantara di Mataram

Kautsar Halim    •    09 Juli 2017 20:48 WIB
olahraga
Semarak Gowes Pesona Nusantara di Mataram
Upacara penyerahan tanah dan air di GPN 2017 Mataram. (Foto: Kemenpora)

Metrotvnews.com, Mataram: Kampanye pemerintah untuk menggalakkan olahraga bersepeda lewat program Gowes Pesona Nusantara (GPN) masih intens dilakukan pada tiap akhir pekan. Kali ini, giliran Mataram, Nusa Tenggara Barat, yang ikut meramaikan event gagasan Kemenpora tersebut.

GPN Mataram digelar dengan tajuk "Bersepeda untuk Semua" pada Minggu 9 Juli. Event tersebut berhasil menyedot perhatian lima ribu lebih pesepeda untuk melahap etape sejauh 13,2 kilometer.


Klik: Bercita-cita jadi Ronaldo, Gadis Cilik Ini Tampil Kompetitif di IJSL 2017


Sebelum bersepeda, terdapat ritual sakral yang dilakukan para pemangku kepentingan, yakni penyerahan tanah dan air dari bumi Mataram. Itu sengaja dilakukan karena pemerintah berencana menyatukan tanah dan air seluruh wilayah Indonesia saat Haornas di Magelang, Jawa Tengah pada 9 September mendatang. Suasana khidmat dan hening ditunjukkan para peserta saat tokoh masyarakat Mataram memimpin upacara penyerahan tanah dan air sambil mengenakan pakaian adat. Menurut I Nyoman Winata, Kepala Bidang Pembinaan Olahraga Massal dan Kesehatan Olahraga Kemenpora, seremoni tersebut merupakan upacara khusus untuk memberikan barang yang dikeramatkan kepada orang dari luar daerah.

"Ini upacara adat, karena itu kami juga berikan musik suling sakral untuk mengiringi upacara penyerahan suci ini," kata Winata di sela-sela acara.


Klik: Mental Baja Jakarta Football School


Penyerahan tanah dan air dilakukan oleh 12 tokoh adat kepada Walikota Mataram Ahyar Abduh yang juga Tuan Guru masyarakat Mataram. Prosesi tersebut ia lanjutkan dengan memberikan kendi berwarna emas kepada perwakilan Kemenpora, Asisten Deputii III Kemenpora Arifin Madjid.

Dijelaskan Ahyar, tanah tersebut sangat keramat karena diambil dari wilayah Kota Tua Ampenan yang dianggap sebagai tanah pertama yang diinjak masyarakat Mataram. Selain itu, tanah di sana juga telah menjadi pemersatu masyarakat pribumi dengan para pendatang dari Tionghoa, Arab, dan wilayah lainnya.

"Kami mengajak kepada seluruh daerah lainnya untuk menyatukan diri, dan tak mengoyak-ngoyak NKRI. Kami tegaskan, tanah dan air ini untuk disatukan. Kami siap menjaga dan melawan siapapun yang ingin mengoyak-ngoyak NKRI," pesan Ahyar.

Setelah upacara penyerahan tanah dan air selesai dilakukan sekitar sejam, GPN 2017 Mataram akhirnya resmi digelar. Saat itu, aba-aba start dilakukan langsung oleh Walikota Mataram dan beberapa pejabat Kemenpora.

Rute GPN 2017 Mataram mengambil start dan finis yang berbeda. Dimulai dari jalan raya depan kantor Wali Kota, para pegowes terus melaju ke arah bundaran perempatan Cakra yang menjadi ikon selamat datang Kota Mataram.

Kemudian, rute dilanjutkan menuju Selaparang, atau bandara lama di Lombok yang kini tak lagi digunakan. Setelah itu, pesepeda diarahkan menuju Kota Tua Ampenan. Jalur di depan Islamic Center merupakan rute yang harus dilalui para pegowes sebelum akhirnya diarahkan ke Taman Sangkareang, yang menjadi garis finis.

Hujan lebat yang turun di tengah penyelanggaraan bukan  hambatan bagi ribuan pegowes yang ikut ambil bagian di GPN 2017 Mataram. Meski jalanan licin dan menyebabkan beberapa peserta anak-anak terjatuh,  jalannya event tetap berlangsung penuh semangat.

Dari sekian banyak penduduk lokal yang berpartisipasi, terdapat juga warga dari luar negeri yang ikut ambil bagian. Pria tersebut bernama Sid Blade dan berasal dari Australia. Diinformasikan Nyoman Winata, Blade merupakan satu-satunya peserta asing dalam GPN 2017 Mataram.

"Sebelumnya, saya tidak pernah bersepeda di Australia. Saya jadi senang bersepeda setelah sering ke Indonesia. Ini luar biasa dan saya kagum dengan semangat untuk menyatukan bangsa yang kalian lakukan," kata Blade.

 


(KAU)