International Climbing Elite Tournament

Atlet Panjat Tebing Indonesia Berjaya di Tiongkok

Dendi Suharyana    •    22 September 2018 16:29 WIB
olahragapanjat tebing
Atlet Panjat Tebing Indonesia Berjaya di Tiongkok
Kebersamaan atlet panjat tebing Indonesia dengan lawan-lawannya di ajang International Climbing Elite Tournament. (Foto: Dendi/Medcom.id)

Anshun: Para atlet panjat tebing Indonesia kembali meraih prestasi di level internasional. Kali ini, mereka menyumbang 1 emas dan 2 perak lewat kejuaraan International Climbing Elite Tournament di Anshun, Tiongkok yang digelar pada 21-22 September 2018.

Medali emas dipersembahkan oleh Aries Susanti Rahayu, sedangkan medali perak disumbangkan Aspar Jaelolo dan Puji Lestari. Emas diperoleh setelah di nomor women's speed world record terjadi all Indonesian final antara Aries dan Puji. 

Klik: Lee Chong Wei Mengidap Kanker Hidung

Aries berhasil mengalahkan kompatriotnya dengan catatan waktu 7,72 detik, sedangkan Puji 7.89 detik. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh atlet asal Rusia, Maria Krasavina.

Pada laga final di nomor men's speed world record, Aspar Jaelolo sempat terjatuh. Dengan berbesar hati, pria asal Donggala, Sulawesi Selatan ini harus merelakan medali emas untuk lawannya, Chen Zi Hang, dari Tiongkok. Sementara, medali perunggu diraih oleh atlet asal Rusia, Stanislav Kokorin.

Selain berlaga di nomor speed, Aspar, Aries, dan Puji juga tampil di nomor lead. Hanya saja, mereka gagal masuk final. Baik Aspar maupun Aries berada di peringkat 9. Ketiganya gagal karena para peserta final harus berstatus delapan besar.

Klik: Di Luar Dugaan, Kevin/Marcus Terhenti di Semifinal

Ketua Umum PP FPTI Faisol Riza menganggap raihan tiga medali ini merupakan penanda kesiapan atlet kita di ajang Olimpiade 2020 Tokyo. "Ini adalah sinyal bagus bagi kita dan juga pemerintah untuk segera menyiapkan Pelatnas," imbuh Faisol. 

Aspar, Aries, dan Puji adalah atlet elite yang diundang langsung oleh pihak Tiongkok untuk mengikuti kompetisi tersebut. Seluruh biaya akomodasi mereka pun dibiayai oleh panitia.

Selain International Climbing Elite Tornament di Anshun, masih ada tujuh kompetisi internasional lagi yang harus mereka lakoni di pengujung 2018. Dua dari tujuh  kompetisi tersebut adalah seri kejuaraan dunia.

 


(KAU)