Jaring Atlet Difabel Berprestasi, Pemerintah Buka SKO Khusus Disabilitas

Pythag Kurniati    •    16 Mei 2018 21:59 WIB
asian para gamesasean para games
Jaring Atlet Difabel Berprestasi, Pemerintah Buka SKO Khusus Disabilitas
Kantor NPC Indonesia di Kota Solo, Jawa Tengah (Foto: medcom.id/Pythag Kurniati)

Solo: Pemerintah segera membuka Sekolah Khusus Olahraga (SKO) bagi atlet muda penyandang disabilitas. Sekolah ini akan menjaring para atlet penyandang disabilitas yang berpotensi dari seluruh Indonesia.

Ketua Panpel Tenis Meja INAPGOC sekaligus penggagas SKO, Rima Ferdianto memaparkan, dibukanya SKO khusus penyandang disabilitas ini telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Joko Widodo.

"Setelah menjadi juara umum di ASEAN Para Games Malaysia, kami diterima oleh Presiden Jokowi di Istana. Lalu kami sampaikan," ungkap Rima kepada wartawan di Kantor NPC Indonesia, Jalan Ir. Sutami, Solo, Rabu, 16 Mei 2018.

Rima melanjutkan bahwa mereka menilai regenerasi atlet penyandang disabilitas sangat diperlukan. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah sekolah khusus yang mampu menggembleng para atlet muda.
 

Baca: Nitya Pesimistis Kembali Berduet dengan Greysia


Jokowi yang mendengar saran tersebut, lanjutnya, langsung mengiyakan. Presiden pun sempat menanyakan mengenai alternatif lokasi SKO.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menpora Imam Nahrawi kemudian menghubungi mereka. "Lalu kami berdiskusi untuk mematangkan pembentukan SKO bagi penyandang disabilitas," terang Rima.

Mulai Dibuka Juli 2018
SKO bagi penyandang disabilitas dipastikan mulai dibuka Juli 2018. Untuk angkatan pertama, SKO akan menerima 38 atlet muda terbaik dari seluruh Indonesia.

Awal pembukaan, SKO ini mengakomodir empat cabang olah raga. "Yakni atletik, renang, bulu tangkis dan tenis meja. Selanjutnya akan berkembang lagi," imbuhnya.

Tidak semua atlet bisa diterima di SKO khusus penyandang disabilitas. Pihaknya menerapkan persyaratan tertentu bagi para atlet.

Pertama, usia atlet harus berkisar di usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) serta Sekolah Menengah Atas (SMA). Selanjutnya, para atlet harus memiliki potensi.

"Minimal mereka harus punya prestasi di Peparpenas," terang Rima.
 

Baca juga: Persiapan Asian Games 2018 tak Terpengaruh Aksi Teror


Puluhan atlet muda berpotensi tersebut akan digembleng di Kota Solo, Jawa Tengah. Meski belum memiliki gedung khusus SKO namun Rima memastikan telah berkoordinasi dengan sekolah-sekolah ramah disabilitas di Solo.

"Pada tahun pertama akan dititipkan di sekolah-sekolah inklusi. Latihannya juga di Solo seperti di Sriwedari dan Tirtomoyo," paparnya.

Biaya pendidikan para atlet, lanjutnya, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Ke depan, secara bertahap pihaknya dan Kemenpora akan mempersiapkan pembangunan gedung khusus SKO.

Rima menargetkan, dibukanya SKO mampu mendorong atlet-atlet muda penyandang disabilitas untuk mengharumkan nama Indonesia. 

"Target awal mereka bisa mencetak prestasi di ASEAN Youth Para Games. Selanjutnya bisa mengikuti Pelatnas," pungkas Rima.

Tak ingin ketinggalan update berita bola dan olahraga? Follow instagram kami @medcom_olahraga

Video: ?Jelang Asian Games 2018: Eko Yuli Siap Tampil Maksimal



(ACF)