Seleksi Binaragawan Nasional di Kemal Trophy IV

Rendy Renuki H    •    18 November 2018 18:42 WIB
olahraga
Seleksi Binaragawan Nasional di Kemal Trophy IV
Ketua Umum PP PERBAFI, Kemalsyah Nasution (ketiga dari kanan) saat memberikan trofi juara di salah satu nomor yang dipertandingkan di Kemal Trophy IV (Istimewa)

Jakarta: Pengurus Pusat Persatuan Binaraga dan Fisik Indonesia (PP PERBAFI) menggelar kejuaraan Kemal Trophy IV di Teater Bulungan Jakarta Selatan, Minggu 18 November.

Ajang yang didukung Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga ini bertujuan menyeleksi binaragawan nasional baru untuk Indonesia.

Kemal Trophy IV ini diikuti oleh 170 peserta dari seluruh wilayah yang ada di Indonesia. Total peserta tersebut turun di 10 nomor berbeda, mulai dari pemula hingga nomor prestasi.

Para pemenang di tiap nomor, terlebih di nomor prestasi akan dikirim ke kompetisi internasional. Langkah itu diambil PERBAFI demi menjaga terus jenjang prestasi para binaragawan.

"Kemal Trophy ini adalah kejuaraan seleksi untuk atlet nasional. Mereka yang menang akan kita kirim ke kejuaraan internasional, jadi memang kita berikan kejuaraan berjenjang, bukan hanya di lingkup nasional saja," ujar Kemalsyah Nasution, Ketua PP PERBAFI.

"Mereka (para atlet) harus pergi ke tingkat internasional untuk melatih mental mereka. Memang saya tidak akan langsung kirim ke kejuaraan tingkat dunia atau Asia, tapi di level ASEAN dulu sesuai kapasitas kita," sambungnya.

Kejuaraan ini menurutnya telah diselenggarakan rutin sejak empat tahun terakhir. Pada gelaran kali ini, Kemalsyah pun mengatakan menyelipkan kegiatan sosial untuk membantu korban gempa di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

"Kita mengadakan pembinaan prestasi ini sudah dari 2015, jadi ini sudah empat kali. Kebetulan kemarin kan ada musibah di Palu dan Donggala, jadi dari uang pendaftaran atlet ada yang kita sumbangkan ke Palu," terangnya.

Selain itu, Kemal Trophy IV ini juga memberikan kesempatan kepada atlet disabilitas. Menurutnya tak sedikit para atlet disabilitas yang memiliki potensi berprestasi di cabang olahraga binaraga ini.

"Kita juga mengadakan kategori fisikal challenge. Itu adalah mereka yang mengalami disabilitas, namun mempunyai bentuk badan yang bagus. Jadi tetap berlatih otot, walaupun ada anggota tubuh dan sarafnya yang tidak sempurna," pungkas Kemalsyah.

Sementara, Meni, salah satu atlet pemenang kategori kelompok usia di atas 45 tahun sangat mengapresisasi ajang ini. Menurutnya, Kemal Tropy ini memberikan kesempatan baginya untuk tetap berprestasi meski sudah tidak muda lagi.

"Kejuaraan ini sangat baik untuk tetap mengasah kemampuan saya. Alhamdulillah saya dapat jaura pertama di Kemal Trophy kali ini. Mudah-mudahan jika dikasih rezeki dan umur panjang, saya bisa turun lagi di PON (Pekan Olahraga Nasional) 2020," tutur pria asal Semarang yang meraih medali perak di PON 2016 Jawa Barat lalu.

 


(REN)