Islamic Solidarity Games 2017

Dua Lifter Indonesia Gagal Bersaing dengan Peraih Perunggu Olimpiade di ISG 2017

Achmad Firdaus    •    16 Mei 2017 21:09 WIB
olahraga
Dua Lifter Indonesia Gagal Bersaing dengan Peraih Perunggu Olimpiade di ISG 2017
Foto: www.baku2017

Metrotvnews.com, Baku: Kontingen angkat berat Indonesia gagal menambah perolehan medali di hari keempat penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) 2017. Dua lifter andalan Indonesia, Edi Kurniawan dan I Ketut Ariana yang turun di kelas 77kg gagal bersaing dengan peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Mahmoud Mohammed dari Mesir yang merebut medali emas.

Tampil di Azal Arena Weightlifting Academy Baku, Azerbaijan, Selasa (16/5/2017), Edi Kurniawan terkena diskualifikasi karena gagal melakukan angkatan Clean and Jerk seberat 170kg. Sedangkan, Ketut hanya mampu menempati peringkat ke-6 dengan total angkatan 307kg (Snatch 137kg, Clean and Jerk 170kg).

Adapun, medali emas direbut Mahmoud dengan total angkatan 384kg (Snatch 158kg, Clean and Jerk 190kg). Sedangkan medali perak direbut Al Hussein (Irak) dengan total angkatan 320kg (Snatch 141kg, Clean and Jerk 179kg) dan perunggu direngkuh Erdogdu (Turki) dengan total angkatan 319kg (Snatch 146kg, Clean and Jerk 173kg).
 

Baca: Renang Tambah Emas dan Pecahkan Rekornas di ISG 2017


Direktur Program Kepelatihan Performa Tinggi Lomba 1 Satlak Prima, Hadi Wihardja mengatakan, perjuangan Edi dan Ketut sudah maksimal untuk bisa memberikan yang terbaik. Namun, keduanya tidak mampu menyangi kekuatan lawan-lawannya.

"Mahmoud itu peraih medali perunggu Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan pantas mendapatkan medali emas. Total angkatannya sangat jauh di atas lawan-lawannya," kata Hadi Wihardja yang langsung menyaksikan pertandingan.
 

Baca juga: Kontingen Renang Indonesia Tambah Dua Medali Perak di ISG 2017


Hadi menambahkan, perjuangan dua lifter andalan Indonesia ini sudah cukup maksimal dan patut diapresiasi meski gagal menyumbangkan medali.

"Pada angkatan pertama Clean and Jerk 170kg, Ketut sukses. Tetapi, pada angkatan kedua dengan menaikkan berat barbel menjadi 181kg gagal. Begitu juga pada angkatan ketiga dengan kembali menaikkan barbel menjadi 183kg," katanya.

Kontingen angkat berat Indonesia masih berpeluang menambah perolehan medalinya lewat lifter putri, Nurul Akmal yang akan turun pada nomor +90kg putri, Rabu 17 Mei 2017 besok.

Video: ?Menghitung Peluang Indonesia di Piala Sudirman 2017
 


(ACF)