Dinamika SEA Games 2017 dan Manfaatnya untuk Indonesia (2-Tuntas)

Kautsar Halim    •    06 September 2017 23:08 WIB
sea games 2017
Dinamika SEA Games 2017 dan Manfaatnya untuk Indonesia (2-Tuntas)
Kemeriahan penutupan SEA Games ke-29 di Stadion Bukit Jalil Kuala Lumpur. (ANTARA/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: SEA Games 2017 Malaysia memang belum bisa menaikkan citra Indonesia dalam bidang olahraga. Namun, ada beberapa hal positif yang mesti ditiru dalam soal penyelenggaraan. Terlebih lagi, Indonesia bakal menjadi tuan rumah Asian Games pada Agustus 2018 mendatang. Berikut 5 poin positif SEA Games 2017 untuk Indonesia:

1. Relawan Energik
Panitia Penyelenggara SEA Games Malaysia (MASOC) menggunakan jasa sekitar 20 ribu relawan dari berbagai perguruan setinggi setempat yang masih muda-muda. Mereka sangat cekatan dan jarang sekali melakukan kesalahan ketika ditugaskan menjadi penjaga skor, mengatur penonton, menjaga loket tiket, mempromosikan event dan lainnya. Selain itu, mereka juga fasih berbahasa Inggris ketika ditanya pengunjung yang tidak mengerti bahasa melayu.

2. Suporter Khusus
Suporter lokal bisa dipastikan memadati tiap venue yang dimainkan kontingen Malaysia. Namun kehadiran mereka tidak selamanya didasari sikap nasionalisme.  Ternyata, ada campur tangan MASOC yang membuat mereka setia mendukung Malaysia.


Klik: Dinamika SEA Games 2017 dan Manfaatnya untuk Indonesia (1)

 
Berdasar keterangan salah satu suporter yang ditemui Metrotvnews.com, para pendukung khusus Malaysia itu diberi nama Chanters. Mereka dibayar 50 ringgit per hari dan mendapat atribut dukungan seperti kaos, bendera kecil, dan balon panjang secara cuma-cuma. Ketika sudah mengisi formulir sebagai anggota chanters, artinya mereka harus siap ditempatkan di berbagai venue yang ada.
  
3. Kemudahan Transportasi Umum
Venue SEA Games 2017 tersebar di enam kota besar Malaysia, yakni Kuala Lumpur, Selangor, Putrajaya, Negeri Sembilan dan Kedah. Akan tetapi, pusat penyelenggaraannya tetap berada di Kuala Lumpur karena sebagian besar cabor memang dimainkan di sana.

Untuk mendatangai venue yang berada di sekitar Kuala Lumpur bisa menggunakan kereta commuter line, kereta bawah tanah, kereta mono rel atau bus kota. Jika ingin lebih privasi, para pengunjung juga bisa menggunakan taksi, grab atau uber yang bisa dihubungi melalui aplikasi telepon genggam.


Klik: Kemenpora Pastikan Alat untuk ASEAN Paragames Sudah Siap


Menariknya, lalu lintas di Malaysia sangat tertib. Jadi para pengunjung tidak perlu takut akan kemacetan jalan raya yang disebabkan karena membludaknya jumlah kendaraan. Satu-satunya yang menghambat  perjalanan hanya lampu merah saja.

4. Mensiasati Minimnya Komplek Olahraga
Hanya ada dua komplek olahraga yang digunakan Malaysia untuk SEA Games 2017, yakni National Sports Complex di Bukit Jalil dan Bukit Kiara Sports Complex di Bukit Kiara. Beruntungnya, Malaysia punya sejumlah gedung pertemuan yang bisa disulap menjadi venue pertandingan bertaraf internasional.

Dua gedung pertemuan yang disulap menjadi venue pertandingan itu terdapat di KLCC Convention Center dan Malaysian International Trade & Exhibition Centre (MITEC). Lewat dua tempat itu saja, terdapat 13 cabor yang bisa dimainkan.

5. Ketatnya Pengamanan di Tiap Venue
Selain menggunakan petugas keamanan setempat, hampir di setiap venue pertandingan dikawal oleh personel angkatan bersenjata Malaysia. Mereka siap menggeledah tiap pengunjung yang datang dan tidak segan bertindak tegas apabila terdapat suporter yang menyalahi aturan.
 
Selain itu, pintu masuk pengunjung juga dilengkapi gerbang keamanan elektronik yang bisa mendeteksi barang-barang logam secara otomatis. Jadi, kemungkinan adanya serangan bom atau teroris bisa dideteksi secara langsung.


(ACF)