NusantaRun 2017

Berlari Sambil Beramal di Event NusantaRun

Gregah Nurikhsani Estuning    •    07 Desember 2017 22:36 WIB
lomba lari
Berlari Sambil Beramal di Event NusantaRun
Founding father NusantaRun, Christopher Tobing (baju merah) berharap event NusantaRun 2017 ini bisa mendapatkan donasi mencapai Rp2 miliar (Foto: MTVN/Gregah Nurikhsani)

Jakarta: Ajang lari bernama NusantaRun akan kembali diselenggarakan. Memasuki edisi kelima, kompetisi lari ini mengambil rute Purwokerto-Dieng, Jawa Tengah dengan tujuan utama menggalang dana mendukung gerakan #GurukuMaju.

Sebanyak 223 runners atau NusantaRun yang lebih menyukai penyebutan fund raisers, ikut ambil bagian di ajang ini. Mereka akan menempuh jarak yang sangat jauh, yakni mencapai 127,9 km dari Purwokerto menuju Dieng.

Salah satu founding father NusantaRun, Christopher Tobing menjelaskan, para peserta juga mengemban tugas sebagai penggalang dana. Usai seleksi ketat, ke-223 pelari tersebut akan menggalang donasi dengan caranya sendiri.
 

Baca: Alex Marquez Targetkan Naik Kelas pada 2019


"Target tahun ini kita ingin total donasi mencapai Rp2 miliar. Para fund raiser akan menggalang dana dari berbagai lapisan masyarakat dengan cara uniknya masing-masing, seperti kampanye di media sosial, pesan di aplikasi chatting, apa saja," jelas Christopher dalam konferensi pers di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/12/2017)

"Sejauh ini, saya cek sudah ada 1 miliar 58 juta rupiah," lanjutnya. 

Christopher menyatakan, meski NusantaRun akan berlangsung dari 15-17 Desember 2017, program penggalangan dana akan terus dibuka hingga Januari tahun depan dengan harapan bisa terkumpul lagi setidaknya Rp1 miliar hingga memenuhi target.
 

Baca juga: Rival yang Diwaspadai Marquez pada Musim 2018


Menggandeng Indonesian Overseas Alumni (IOA) sebagai mitra terbaru, kerja sama kedua belah pihak mengambil tema #GurukuMaju. NusantaRun Chapter 5 ini mendukung perbaikan kualitas pendidikan, khususnya memajukan guru-guru di wilayah Dieng.

Donasi yang terkumpul nantinya akan digunakan untuk  pengembangan sekitar 400 guru di Banjarnegara dan Wonosobo, dua kabupaten yang masuk wilayah Dieng, Jawa Tengah.

Video: ?Rio Haryanto Alami Kecelakaan saat Jajal Mobil Super Formula di Jepang



(ACF)