ASEAN Basketball League (ABL) 2017--2018

Dipecundangi Alab Philipinas, CLS Knights Kalah Tujuh Kali Beruntun

Krisna Octavianus    •    21 Januari 2018 07:15 WIB
asean basketball league
Dipecundangi Alab Philipinas, CLS Knights Kalah Tujuh Kali Beruntun
Suasana pertandingan CLS Knigts vs Alab Philipinas (Foto: ist)

Surabaya: CLS Knights Indonesia belum mampu bangkit dari kekalahan beruntun untuk yang ketujuh kalinya dalam laga lanjutan ASEAN Basketball League musim 2017--2018. Melawan tim asal Filipia, Tanduay Alab Philipinas di GOR Kertajaya tadi malam, skuat asuhan Koko Heru Setyo Nugroho akhirnya takluk dengan skor 87-92.

Pemain impor Alab yakni Justin Donta Brownlee (nomor punggung 32) menjadi bintang kemenangan untuk timnya kala ia mampu mencetak 36 angka, delapan rebound, dan tujuh assist. Menyusul kapten tim mereka yakni Bobby Ray Park Jr yang turut berkontribusi dengan tambahan 14 angka. 

Meski kalah, penampilan dua pemain lokal CLS Knights Indonesia, Sandy Febiansyakh Kurniawan dan Mario Wuysang mengundang decak kagum para fans CLS Knights yang hadir langsung langsung pada malam tadi. Keduanya berhasil mencetak dua digit angka 19 dan 17 poin, sayangnya mereka masih belum mampu memecahkan telur tujuh kali kekalahan beruntun selama ini.

Tanduay Alab Philipinas berhasil menguasai jalannya pertandingan kuarter pertama dan unggul 29-18. Meski Mario Wuysang bermain baik dengan mencetak sembilan poin di awal laga, nyatanya ia belum mampu membawa timnya unggul. Sebaliknya, Justin Donta Brownlee mampu mendongkrak performa timnya. Pada kuarter pertama ini ia berhasil mengoleksi 18 angka, 12 poin diantaranya ia cetak  lewat tembakan tiga angka.

Di kuarter kedua, secara perlahan CLS Knights Indonesia mulai panas dan mulai bisa membaca pola permainan lawannya. Adalah Sandy Febiansyakh Kurniawan, kapten tim CLS Knights yang menjadi aktor utama kebangkitan timnya pada kuarter ini, saat ia mampu memperlihatkan spesialisasinya yakni tembakan jarak jauh yang akurat, termasuk tembakan tiga angkanya pada sisa waktu menunjukkan 04:40 detik, yang menjadi momentum kebangkitan untuk skuat Koko Heru Setyo Nugroho. Tidak hanya itu saja, pemain yang akrab di panggil dengan sapaan “Keceng” itu dapat mencetak 11 poin tambahan, seraya menipiskan keadaan menjadi empat angka untuk menutup skor babak pertama 48-44.

Dua kuarter berikutnya, CLS Knights Indonesia dengan gigih terus berjuang untuk mengakhiri kekalahan panjang yang mereka derita. Sayangnya Alab Philipinas masih terlalu perkasa untuk mereka. Meski pada akhirnya Alab berhasil mengalahkan tuan rumah dengan skor akhir 92-87, tetapi pelatih Alab yakni Jimmy Alapag, secara khusus memuji kualitas permainan tuan rumah yang tidak pernah menyerah sampai laga usai.

"Saya berikan kredit untuk Mario, Sandy dan Fredie (Frederick Lee Jones). Mereka tidak pernah menyerah untuk memberikan perlawanan bagi tim saya setiap kuarter. Meski pada akhirnya kami bisa meraih kemenangan, tapi ke depannya saya harus mempersiapkan tim ini lebih baik lagi di laga berikutnya," ujar Jimmy Alapag yang juga merupakan salah seorang legenda hidup pebasket Filipina yang dulu berposisi sebagai point guard.

Mengomentari kekalahan pada pertandingan tadi, Christopher Tanuwidjaja selaku Managing Partner CLS Knights Indonesia secara resmi mengumumkan pergantian dua pemain asingnya (Decorey Aaron Jones dan Rudy Linggana) di pertandingan selanjutnya dan juga memberikan kredit khusus untuk para pemain lokalnya yang telah bekerja keras menunjukkan kemampuan mereka di lapangan.

"Tentunya kami kecewa dengan kekalahan ini. Kita tidak kalah kelas dengan pemain Filipina yang mempunyai nama besar layaknya Bobby Park Ray Junior. Tapi saya salut dengan kemampuan para pemain lokal kita. Hingga detik akhir kita menunjukkan kepada mereka bahwa kita tidak kalah dengan Alab. Kabar lainnya yang ingin saya sampaikan, bantuan akan segera datang. Kita ganti satu pemain world impor Decorey dengan Shane Edwards (pemain posisi power forward). Dia pernah bermain di D League dan PBA dengan average 20 poin per game. Sedangkan untuk pemain asing berdarah asia, kami masih akan mencarinya dalam waktu dekat," kata Christopher di hadapan para media.

"Gamenya oke. Tapi penyelesaian akhirnya kita seperti kehabisan peluru. Kemudian juga belum dapat momentumnya yang tepat. Tapi seperti yang saya sampaikan kepada teman-teman sebelumnya, kita sebenarnya tidak kalah dengan para kontestan lainnya. Untuk pertandingan berikutnya melawan juara bertahan (Hongkong Eastern) pada 24 Januari nanti, mereka memang punya amunisi yang bagus, pemain asing dan juga pelatihnya. Kemarin mereka bertanding di sini melawan cuaca panas kota Surabaya. Sebaliknya besok kami akan bertandang dengan suhu mungkin sekitar 6 derajat celcius. Tapi saya bilang itu bukan alasan, kita harus berjuang untuk menang seperti mereka bermain disini," kata Koko, arsitek tim CLS Knights Indonesia.

 


(KRS)