NEWSTICKER

Warga Iran Tuntut Ungkap Kematian Mahsa Amini

27 September 2022 22:51

Gelombang unjuk rasa terjadi di sejumlah kota besar di Iran menuntut pengungkapan kasus tewasnya Mahsa Amini, wanita asal Suku Kurdi yang diduga tewas dianiaya Polisi Moral Iran. Aksi demo juga meluas ke sejumlah Kedutaan Besar Iran di luar negeri, salah satunya di London, Inggris.

Aksi protes atas kematian Mahsa Amini menyebar setidaknya di 46 kota, baik kota kecil hingga ke desa, menuntut pertanggungjawaban dari pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi. Media Pemerintah Iran pun menyebut, setidaknya ada 41 pengunjuk rasa dan aparat kepolisian yang meninggal dunia, dampak dari aksi unjuk rasa yang sudah dimulai sejak 17 September 2022 lalu.

Namun, media asing mengutip pernyataan resmi dari pihak berwenang menyebut, setidaknya ada 13 orang yang meninggal dan 1.200 demonstran yang ditangkap aparat keamanan. Kematian wanita asal Suku Kurdi Mahsa Amini juga memicu kecaman dari negara-negara barat dan PBB serta memunculkan aksi protes sebagai bentuk solidaritas di berbagai negara.

Sementara itu, aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh terjadi di luar kantor Kedutaan Besar Iran di Kota London, Inggris. Massa dengan menggunakan batu melempar ke arah polisi sehingga aparat keamanan menangkap lima pengunjuk rasa. Polisi Metropolitan London menegaskan, para pengunjuk rasa telah melempar dan melanggar batas garis polisi di luar Kedutaan Iran di Princes Gate, Knightsbridge.

Gelombang unjuk rasa di Iran dilakukan sebagai bentuk kemarahan warga atas kematian Mahsa Amini yang ditangkap Polisi Moral, karena dinilai tidak menggunakan busana wanita sesuai aturan Pemerintah Iran. Polisi menyebut Amini meninggal karena serangan jantung dan tidak dianiaya. Namun, pihak keluarga meragukan penjelasan dari polisi.