NEWSTICKER

Rocky Gerung Kritik Jokowi Tidak Fokus Membenahi Demokrasi Indonesia

Pengamat politik Rocky Gerung. Foto: MI/ROMMY PUJIANTO

Rocky Gerung Kritik Jokowi Tidak Fokus Membenahi Demokrasi Indonesia

Theofilus Ifan Sucipto • 17 May 2023 15:16

Jakarta: Pengamat politik Rocky Gerung mengkritik jalan pikiran Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jokowi dinilai terlalu sibuk mengurus infrastruktur ketimbang membenahi demokrasi Indonesia.

"Gagal menghasilkan demokrasi yang masuk akal karena Jokowi terus memperpanjang jalan tol, bukan memperpanjang jalan pikiran," kata Rocky dalam diskusi publik di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rabu, 17 Mei 2023.

Rocky mengatakan dirinya menangkap sinyal beberapa pihak yang tak suka politik identitas. Dia menilai fenomena itu justru lumrah lantaran secara kultural orang ingin mengidentifikasi dirinya dengan pemimpinnya.

"Orang Jawa cenderung memilih pemimpin Jawa. Orang Islam cenderung memilih pemimpin Islam. Dia vertikal," ujar dia.

Meski begitu, Rocky mengusulkan prinsip agar masyarakat tidak terkotak-kotak. Yakni, cross cutting loyalities yang membutuhkan keterbukaan pers.

"Misalnya orang memilih pemimpin Jawa, iya, tapi koruptor. Bagaimana? Jadi ditaruh dua nilai sekaligus," kata dia.

Rocky mencontohkan skenario lain seperti pemimpin Islam namun tidak peka isu kesetaraan gender. Contoh ekstremnya, ada orang gila tapi pikirannya sehat.

"Sehingga orang bisa memilih kendati identitas kultur sama, tapi karena dia antikorupsi, tidak memilih yang koruptor," jelas dia.

Menurut Rocky, iklim seperti itu membutuhkan peran seorang presiden. Dia mengeklaim sudah menawarkan gagasan itu sejak tujuh tahun lalu.

"Saya minta untuk mencegah terjadinya bloking-bloking dan membuat semua partai politik punya kurikulum sejarah intelektual demokrasi," tutur dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Metrotvnews.com

(Gervin Nathaniel Purba)