NEWSTICKER

Tag Result: pencabulan di pesantren

Cabuli Remaja Sesama Jenis, Perangkat Desa di Temanggung Ditangkap Polisi

Cabuli Remaja Sesama Jenis, Perangkat Desa di Temanggung Ditangkap Polisi

Metro Hari Ini • 2 days ago pencabulan

Salah seorang perangkat desa di Temanggung, Jawa Tengah bernama Dwi Yanto (43) ditangkap polisi karena memperkosa seorang anak sesama jenis di bawah umur, Kamis (22/9/2022). Aksi bejat yang dilakukan pelaku terjadi pada tahun 2021, korban merupakan tetangga pelaku. Polisi menangkap pelaku setelah korban akhirnya berani untuk melapor.

Diketahui selama ini pelaku selalu mengancam korban akan menyebar video asusila keduanya. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti satu buah sarung, sweater dan telepon genggam yang berisi rekaman video asusila.

Tega Mencabuli Cucu Sendiri, Kakek di Jember Diringkus Polisi

Tega Mencabuli Cucu Sendiri, Kakek di Jember Diringkus Polisi

Metro Siang • 8 days ago pencabulan

Seorang kakek berinisial N (42) di Jember, Jawa Timur ditangkap polisi lantaran tega mencabuli cucunya sendiri berkali-kali. Pelaku mengancam membunuh korban apabila melapor kepada orang tuanya. 

Pelaku berhasil diringkus oleh anggota Reserse Kriminal Polsek Mayang, Jember atas laporan warga. Polisi berhasil menyita barang bukti berupa sarung milik pelaku dan pakaian korban.

N tega mancabuli cucunya yang masih berusia 16 tahun. Dari hasil pemeriksaan, pelaku nekat melakukan aksinya lantaran merasa kesepian. Aksi pelaku telah dilakukan 10 kali dalam kurun waktu dua bulan. Pelaku memanfaatkan keadaan rumah yang sepi untuk memuaskan nafsu bejatnya. 

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat pasal tentang perlindungan anak dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Korban Pencabulan oleh Oknum Guru di Gringsing Bertambah Jadi 40 Orang

Korban Pencabulan oleh Oknum Guru di Gringsing Bertambah Jadi 40 Orang

Metro Siang • 15 days ago pencabulan

Puluhan siswi korban pencabulan oleh oknum guru agama di SMPN 1 Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah bertambah menjadi 40 orang. Sementara itu, jumlah pelapor secara resmi ada sembilan orang.

Kasat Reskrim Polres Batang, AKP Yorisa Prabowo mengatakan proses penyidikan terhadap korban pencabulan masih terus dilakukan, untuk memastikan jumlah korban sebenarnya.  

Saat ini Polres Batang, masih fokus menyelidiki kejadian di SMP N 1 Gringsing, meskipun diketahui tersangka sebelumnya juga menjadi pengajar di empat sekolah lainnya. 

Setelah olah tempat kejadian perkara, ratusan siswa di SMPN 1 Gringsing, langsung mendapatkan terapi psikologis.

Menteri PPPA Tanggapi Kasus Pencabulan Siswi di Medan: Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Menteri PPPA Tanggapi Kasus Pencabulan Siswi di Medan: Tunggu Hasil Penyelidikan Polisi

Top News • 16 days ago pencabulan

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, menanggapi biasa saja soal kasus pencabulan di sekolah di Medan. Menteri I Gusti Ayu hanya meminta wartawan menunggu saja penanganan kasus ini di kepolisian.

"Sekarang ini kan masih dalam proses yang sudah ditangani dengan baik. Saya berharap teman-teman wartawan menunggu karena proses masih berlanjut," ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Oknum Guru Cabul di SMPN 1 Gringsing Dikenal Pribadi yang Bertanggung Jawab

Oknum Guru Cabul di SMPN 1 Gringsing Dikenal Pribadi yang Bertanggung Jawab

Metro Siang • 23 days ago pencabulan

Tersangka pencabulan puluhan siswi di SMPN 1 Gringsing Kabupaten Batang, Jawa Tengah, di mata guru dan orang tua murid dikenal sebagai pendidik yang bertanggung jawab terhadap pekerjaannya. Alhasil semua guru dan wali murid tidak ada yang mengira guru agama yang diangkat menjadi PNS pada 2019 itu adalah seorang predator seksual.

Kepala Sekolah SMPN 1 Grinsing, Trisari Ida Yulisanti mengungkapkan dirinya baru mengenal tersangka pada awal ajaran baru. Tersangka sempat berpamitan untuk menggelar seleksi pengurus OSIS baru di awal ajaran baru. Semua kegiatan dilaporkan ke grup OSIS dan orang tua siswa.

Melalui proses seleksi wawancara calon pengurus OSIS ternyata diketahui aksi pencabulan melalui berbagai modus tes mulai dari meraba bagian sensitif hingga persetubuhan. Guru dan pihak sekolah tidak merasa curiga karena semua kegiatan yang dilakukan terlihat berjalan dengan normal. 

Kasus asusila ini terbongkar karena terjadi sepulang sekolah dan ada orang tua seorang murid yang melapor anaknya menjadi korban pencabulan.

Cegah Kasus Pelecehan Anak, Sekolah Diimbau Terapkan Metode Team Teaching

Cegah Kasus Pelecehan Anak, Sekolah Diimbau Terapkan Metode Team Teaching

Metro Siang • 23 days ago pencabulan

Kasus pelecehan yang mencuat kembali di lembaga pendidikan perlu ditanggapi secara serius agar tidak terulang kembali.

Untuk mencegah hal serupa terjadi Psikolog Lucia Trisni menyarankan agar instansi pendidikan menjalankan sistem team teaching. Metode sistem team teaching yaitu setiap guru bisa melakukan pengawasan satu sama lain ketika mengajar.

Selain itu, pihak sekolah juga dapat mengurangi intensitas kegiatan di luar sekolah maupun jam belajar yang membuat siswa tidak pulang hingga sore hari.

"Di sekolah itu agar mengurangi jam-jam ekstra yang sampai lebih malam dan membiasakan untuk guru ketika mengajar berpartner jadi tidak sendirian," jelas Psikolog Lucia Trisni. 

Lucia juga menyarankan kepada orang tua agar lebih dekat dengan anak. Diharapkan jika kedekatan orang tua dan anak sudah terjalin, anak mau terbuka dan tidak merasa sendirian jika ada masalah.

Oknum Guru Agama di SMPN 1 Gringsing Cabuli Puluhan Siswi di Ruang OSIS hingga Musala

Oknum Guru Agama di SMPN 1 Gringsing Cabuli Puluhan Siswi di Ruang OSIS hingga Musala

Metro Siang • 23 days ago pencabulan

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus pencabulan puluhan pelajar putri di SMP 1 Gringsing, Batang, Jawa Tengah. Proses olah TKP berlangsung selama dua jam di tiga lokasi yakni ruang OSIS, ruang kelas di lantai dua dan di musala sekolah.

Selain menghadirkan tersangka pencabulan, Ditreskrimum Polda Jawa Tengah juga menyertakan beberapa barang bukti serta sejumlah formulir OSIS yang digunakan tersangka melancarkan aksinya.

Ditreskrimum Polda Jawa Tengah Kombes Pol Djuhandhani Raharjo Puro mengatakan, olah TKP awal digelar untuk mengungkap lebih banyak fakta dan barang bukti tambahan terhadap perbuatan tersangka.

Pascakejadian, pihak sekolah membatasi kegiatan ekstrakurikuler sekolah hingga jam 14.00 WIB dan mendapatkan pengawasan penuh dari pihak sekolah.

"Semua kegiatan sore sementara dihentikan, kalau memnag ada yang harus latihan itu hanya sampai jam 14.00 WIB," ujar Kepala SMPN 1 Gringsing Trisari ida Yulisanti.

Sementara itu, proses kegiatan belajar mengajar tetap berjalan seperti biasanya. Setelah salah satu oknum guru agama sekaligus pembina OSIS ditangkap, pihak sekolah menjaga identitas para korban pencabulan agar tidak trauma dan tetap mau bersekolah.  

Ponpes Milik Oknum Ustaz Cabul di Banjarnegara Langgar Izin Operasional

Ponpes Milik Oknum Ustaz Cabul di Banjarnegara Langgar Izin Operasional

Metro Siang • 23 days ago pencabulan

Pasca ditangkapnya ustaz yang mencabuli tujuh santri laki-laki di Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah, tidak terlihat adanya aktivitas belajar mengajar di dalam pondok pesantren milik pelaku. Puluhan santri yang sebelumnya ada di asrama telah diungsikan ke lokasi lain.

Menurut keterangan Kepala Desa Banjarmangu, Yayasan Pondok pesantren milik pelaku SW digunakan untuk TPQ dan penginapan anak. Tidak pernah ada pemberitahuan kepada pemerintah desa bahwa tempat tersebut dijadikan pondok pesantren. 

"Di tempat itu yang diketahui sebetulnya adalah TPQ, tempat anak-anak belajar agama. Memang itu asrama tempat anak menginap dan mengaji," ujar Kepala Desa Banjarmangu Nurul Hilal Eko.

Oknum Guru Cabul di Banjarnegara Ternyata Penyuka Sesama Jenis

Oknum Guru Cabul di Banjarnegara Ternyata Penyuka Sesama Jenis

Metro Siang • 23 days ago pencabulan

Seorang oknum guru sekaligus pengasuh pondok pesantren di Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, Jawa Tengah, melakukan tindak pencabulan terhadap santri putra di bawah umur.

Dari hasil pemeriksaan, tersangka memiliki kelainan seksual tertarik pada sesama jenis. Saat ini, polisi masih melakukan pengembangan dan telah menyita sejumlah barang bukti dan tersangka telah meringkuk di tahanan.

"Di TKP kita juga sudah mengumpulkan barang bukti yang mungkin bisa kita gunakan untuk pembuktian terhadap kasus pencabulan kepada tersangka," ujar Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.

Di sisi lain, pondok pesantren ini belum terdaftar di Kantor Kementerian Agama Banjarnegara, sehingga Kementerian Agama setempat tidak mengetahui aktivitas pondok pesantren ini.

Dengan adanya kasus ini Kementerian Agama akan melakukan pendataan keberadaan yayasan pendidikan, sehingga jika ada yang belum terdaftar maka harus segera didaftarkan agar memudahkan pengawasan.

Polres Kotamobagu Tangkap 3 Pelaku Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Polres Kotamobagu Tangkap 3 Pelaku Kasus Dugaan Pencabulan Anak di Bawah Umur

Headline News • 23 days ago pencabulan

Polres Kotamobagu menangkap tiga orang yang diduga menjadi pelaku pencabulan terhadap seorang anak berusia 11 tahun. HO, SM dan MT yang diduga telah melakukan aksi mereka pada 2019 hingga Agustus 2022 membujuk korban yang masih duduk di bangku SD dengan meminjamjan ponsel untuk bermain.

Kejadian tersebut terungkap setelah korban menceritakan kepada orang tuanya. Ketiga tersangka ketika diperiksa keterangannya di Unit PPA Satreskrim Polres Kotamobagu mengakui semua perbuatan mereka.

Saat ini ketiga pelaku sudah ditangkap di sel tahanan Mapolres Kotamobagu untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Modus Guru Pembina OSIS di Batang Cabuli Puluhan Siswi: Tes Kejujuran

Modus Guru Pembina OSIS di Batang Cabuli Puluhan Siswi: Tes Kejujuran

Primetime News • 25 days ago pencabulan

Guru pembina OSIS di SMP 1 Gringsing, Batang, Jawa Tengah mencabuli lebih dari 20 orang siswinya dengan modus menggelar tes kejujuran. 

Pelaku pencabulan, Agus Mulyadi menjadikan kegiatan OSIS sebagai kesempatan mencabuli siswanya. Polisi menduga jumlah korban lebih dari 30 orang. Hingga Selasa (30/08/2022) siang, sebanyak 13 korban telah melapor ke unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Batang.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 15 tahun penjara. Lalu, Pasal 294 ayat 2 KUHP ancaman 7 tahun penjara. 

Korban Oknum Guru Agama Cabul di Batang Bertambah Jadi 13 Orang

Korban Oknum Guru Agama Cabul di Batang Bertambah Jadi 13 Orang

Newsline • 26 days ago pencabulan

Korban pencabulan oknum guru agama di SMP 1 Gringsing, Batang, Jawa Tengah yang melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Batang terus bertambah menjadi 13 orang, Selasa (30/8/2022). 

Kasatreskim Polres Batang AKP Yorisa Prabowo menyebut, sebanyak enam laporan baru masuk hari ini, setelah sebelumnya pihaknya sudah memproses tujuh laporan korban. 

Dari hasil penyelidikan, tersangka bernama Agus Mulyadi warga Kendal, oknum PNS guru agama sekaligus pembina osis di sekolah tersebut 
mengaku melakukan tindakan asusila pada lebih dari 20 siswi. Modus pelaku mengancam korban diberi nilai jelek dan tidak naik kelas jika tidak mengikuti keinginan pelaku.  

Pihak kepolisian mengimbau pada pihak sekolah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Batang agar para korban tidak takut untuk melapor karena identitas dilindungi. 

Polisi Belum Temukan Bukti Pencabulan di Ponpes Katapang Bandung

Polisi Belum Temukan Bukti Pencabulan di Ponpes Katapang Bandung

Metro Pagi Prime Time • 1 month ago pencabulan

Polresta Bandung menyatakan belum menemukan bukti dugaan pencabulan di sebuah pesantren di Kabupaten Bandung. Penyidik masih membutuhkan waktu untuk memeriksa saksi dan terduga pelaku.

Polisi sudah memeriksa 13 orang saksi mengenai dugaan kasus pencabulan sejumlah santri di Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Polisi juga sudah memeriksa terlapor yaitu pengajar di pesantren namun hasilnya polisi belum menemukan dugaan pencabulan. 

Pekan lalu, Polresta Bandung menerima laporan dari masyarakat didampingi kuasa hukum soal dugaan pencabulan. Namun setelah diperiksa, pelapor bukanlah korban bahkan mengatakan tidak mengetahui kasus pelecehan ini.

Polisi mengungkap diduga ada urusan utang piutang hingga harta gono gini sehingga pelapor mau melaporkan dugaan pencabulan.

Merasa Tidak Menjadi Korban, Saksi Kasus Dugaan Pencabulan Ustaz di Bandung Mengundurkan Diri

Merasa Tidak Menjadi Korban, Saksi Kasus Dugaan Pencabulan Ustaz di Bandung Mengundurkan Diri

Metro Siang • 1 month ago pencabulan

Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh seorang ustad hingga saat ini belum menemui titik terang, banyak santri yang diperiksa sebagai saksi mengundurkan diri dan merasa tidak menjadi korban.

Kuasa Hukum Korban dugaan pencabulan oleh oknum ustad di sebuah pesantren di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat menanggapi perihal banyak santri yang diperiksa sebagai saksi mengundurkan diri dan merasa tidak menjadi korban.

"Mudah-mudahan yang merasa telah dicabuli kedepannya berani speak up, mari kepada masyarakat memberikan dukungan kepada para korban untuk berani berbicara," ujar Kuasa Hukum Korban Deky Rosdiana.

Deky juga menambahkan jika nanti kedepannya tidak cukup alat bukti maka itu semua menjadi kewenangan Kepolisian sepenuhnya apakah perkara ini ingin dihentikan atau dilanjutkan.

Buron 4 Tahun, Paman yang Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Buron 4 Tahun, Paman yang Cabuli Keponakan Akhirnya Ditangkap di Tangerang

Metro Hari Ini • 1 month ago pencabulan

Seorang paman yang mencabuli keponakannya di Pemalang, Jawa Tengah akhirnya ditangkap polisi di Tangerang usai buron selama empat tahun.  

Tersangka berinisial S (47) warga Pemalang, kabur sejak Juni 2018 usai dilaporkan mencabuli keponakannya yang masih di bawah umur. Tersangka merayu korban dengan imbalan uang Rp10 ribu. Pelaku juga memaksa korban tidak menceritakan kepada orang tuanya. 

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.  

Bechi Dihadirkan di Sidang Pencabulan Santriwati untuk Pertama Kalinya

Bechi Dihadirkan di Sidang Pencabulan Santriwati untuk Pertama Kalinya

Metro Hari Ini • 1 month ago pencabulan

Subchi Azal Tsani alias Mas Bechi, terdakwa kasus pencabulan santriwati di Jombang menjalani sidang lanjutan di PN Surabaya, Kamis (18/8/2022). Pada sidang kali ini, Bechi mendengarkan langsung kesaksian para korban pencabulannya. 

Persidangan tersebut dilakukan di ruang terpisah antara pelaku dan korban untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) turut membawa satu kotak barang bukti dalam kasus pencabulan santriwati tersebut. Sementara itu, Polrestabes Surabaya mengerahkan 219 personel untuk pengamanan jalannya persidangan. 

Polisi Dalami Kasus Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Oknum Pimpinan Ponpes di Bandung

Polisi Dalami Kasus Dugaan Pencabulan 20 Santriwati oleh Oknum Pimpinan Ponpes di Bandung

Metro Pagi Prime Time • 1 month ago pencabulan

Polisi mendalami laporan dugaan pencabulan 20 santriwati yang dilakukan pimpinan sebuah pondok pesantren di kawasan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat dengan memeriksa sejumlah saksi. Kasus dugaan pencabulan terhadap sedikitnya 20 santriwati tersebut dilaporkan oleh salah satu korban ke Polresta Bandung pada 12 Agustus 2022.

Korban didampingi oleh kuasa hukum dan keluarganya memberanikan diri melaporkan dugaan pencabulan oleh oknum pimpinan pondok pesantren di kawasan Katapang tersebut. Kuasa hukum korban, Deky Rosdiana mengatakan aksi pencabulan tersebut dilakukan berulang-ulang sampai korban sendiri lupa sudah berapa kali dicabuli oleh pelaku. 

Puluhan santriwati yang juga diduga menjadi korban pencabulan saat ini belum berani melapor ke pihak Kepolisian karena sebagian besar dari mereka merasa malu karena mengalami tindak asusila serta takut terhadap ancaman pelaku.

Oknum Pimpinan Ponpes di Ketapang Diduga Cabuli 20 Santriwati

Oknum Pimpinan Ponpes di Ketapang Diduga Cabuli 20 Santriwati

Top News • 1 month ago pencabulan

Polisi mendalami laporan dugaan pencabulan yang dilakukan pimpinan sebuah pondok pesantren di kawasan Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terhadap sekitar 20 santriwati. Pendalaman dilakukan dengan memeriksa sejumlah saksi.
  
Kasus dugaan pencabulan terhadap sedikitnya 20 santriwati di sebuah pondok pesantren di kawasan Katapang, Bandung, Jawa Barat dilaporkan oleh salah satu korban ke Polresta Bandung pada Jumat (12/8/2022).

Korban didampingi oleh kuasa hukum dan keluarganya memberanikan diri melaporkan dugaan pencabulan oleh oknum pimpinan pondok pesantren tersebut. Menurut kuasa hukum korban, Deky Rosdiana aksi pencabulan tersebut dilakukan berulang-ulang. Korban sendiri lupa sudah berapa kali dicabuli oleh pelaku. 

Puluhan santriwati yang juga diduga menjadi korban pencabulan saat ini belum berani melaporkan ke pihak kepolisian. Sebagian besar merasa malu karena mengalami tindak asusila serta takut terhadap ancaman pelaku.
 
Sementara itu, Polresta Bandung kini tengah mendalami laporan dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati . Total baru dua korban melaporkan kejadian ini ke Polresta Bandung. Diduga aksi asusila pimpinan Ponpes di kawasan Katapang, Bandung, Jawa Barat, dilakukan sejak 2016 lalu.

Mas Bechi Hadiri Sidang Kasus Pencabulan Santriwati Secara Langsung di PN Surabaya

Mas Bechi Hadiri Sidang Kasus Pencabulan Santriwati Secara Langsung di PN Surabaya

Headline News • 1 month ago pencabulan

Untuk pertama kalinya, terdakwa kasus pemerkosaan dan pencabulan M. Subchi Azal Tsani menghadiri sidang secara langsung. Sidang lanjutan terdakwa Subchi di Pengadilan Negeri Surabaya kembali digelar pada Senin (15/8/2022) dengan agenda pembuktian dari Jaksa Penuntut Umum.
 
Dalam sidang tertutup tersebut, terdakwa dihadirkan secara langsung dan tiba dari Rutan Daeng, Sidoarjo dengan dikawal ketat petugas. Subchi menjalani sidang di ruangan Chakra PN Surabaya dengan agenda mendengarkan keterangan empat orang saksi.

Terdakwa berada di ruangan persidangan hanya sekitar 30 menit untuk diambil sumpahnya sebelum mengikuti kembali sidang secara online di ruangan berbeda. Hal tersebut dilakukan Majelis Hakim agar saksi maupun korban tidak tertekan pada saat memberikan keterangan.

Agenda Sidang Lanjutan Kasus Mas Bechi: Pembuktian dari JPU

Agenda Sidang Lanjutan Kasus Mas Bechi: Pembuktian dari JPU

Headline News • 1 month ago pencabulan

Sidang lanjutan terdawka kasus pemerkosaan dan pencabulan, Moch Subchi Azal Tsani  berlangsung pada Senin (15/8/2022) di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jawa Timur. Agenda sidang hari ini adalah pembuktian dari jaksa penutut umum (JPU). 

Dalam persidangan kali ini, ada sekitar 4-5 orang saksi yang dimintai keterangannya oleh majelis hakim. Sementara itu, persidangan dilakukan secara tertutup untuk melindungi para saksi dan korban. 

Ini merupakan sidang keempat terdakwa Subchi Azal Tsani dan untuk pertama kalinya dihadirkan secara langsung di PN Surabaya. Hal ini dilakukan atas permintaan penasihat hukum agar mempermudah koordinasi dan tidak ada kendala teknis apabila melalui daring. 

Pria yang akrab disapa Mas Bechi tersebut datang dari Rutan Medaeng Sidoarjo ke PN Surabaya pada pukul 09.23 WIB dan memasuki ruang persidangan pada pukul 10.00 WIB. Ia didakwa dengan tiga pasal, yakni Pasal 285 KUHP tentang perkosaan maksimal hukuman 12 tahun penjara, Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul maksimal 9 tahun penjara, dan Pasal 29 KUHP ayat 2 ke-2 ancaman pidana 7 tahun juncto Pasal 65 ayat 1 KUHP. 

Seorang Guru Ngaji di Tanah Datar Tega Cabuli 11 Muridnya Sendiri

Seorang Guru Ngaji di Tanah Datar Tega Cabuli 11 Muridnya Sendiri

Top News • 2 months ago pencabulan

Seorang guru ngaji berusia 58 tahun di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat ditangkap atas dugaan mencabuli 11 anak di bawah umur. Aksi bejat tersebut diakui pelaku sudah sejak satu tahun lalu. Para korban merupakan siswa perempuan di tempat pelaku mengajar. 

Kapolres Padang Panjang AKBP Donny Bramantyo menyebut pihaknya mengetahui kasus pencabulan itu dari laporan orang tua korban. Menurut Donny Bramantyo pelaku beraksi saat korban membersihkan halaman dan dipanggil oleh pelaku untuk masuk ke rumah.

Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Depok Mengadu ke Pimpinan MPR

Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Depok Mengadu ke Pimpinan MPR

Top News • 2 months ago pencabulan

Keluarga korban dugaan pelecehan seksual di lingkup Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadhul Jannah Depok, Jabar menemui Anggota Komisi VIII DPR RI pada Rabu (27/7/2022). Kedatangan keluarga korban untuk mencari keadilan karena perkembangan kasus tersebut tidak ditangani dengan baik.

Sebelumnya Tim Penyidik Polda Metro Jaya sudah menetapkan beberapa tersangka namun hingga saat ini belum ditangkap. Menanggapi hal tersebut Wakil Ketua MPR RI, Yandri Susanto mendesak penyidik Polda Metro Jaya untuk menahan para tersangka paling lambat 28 Juli 2022 besok. 

Sidang Perdana Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang, Mas Bechi Didakwa Pasal Berlapis

Sidang Perdana Kasus Pencabulan Santriwati di Jombang, Mas Bechi Didakwa Pasal Berlapis

Primetime News • 2 months ago pencabulan

Sidang perdana pelaku pencabulan dan pemerkosaan santriwati di Jombang, Jawa Timur, dengan terdakwa M Subchi Azal Tsani digelar di Pengadilan Negeri Surabaya. Terdakwa Bechi dikenai pasal berlapis dengan ancaman 12 tahun penjara. 

Terdakwa Mas Bechi anak kyai asal Jombang, Jawa Timur mengikuti sidang pembacaan dakwaan secara daring dari Rutan Kelas 1 Surabaya. Dalam sidang yang berjalanan tertutup itu, JPU mendakwa Bechi dengan pasal berlapis, yakni pemerkosaan dan pencabulan. 

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur Mia Amiati menyebut, terdakwa dijerat dengan beberapa pasal yakni, pasal 285 KUHP tentang perkosaan dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara, 289 KUHP tentang pencabulan dengan ancaman 9 tahun penjara, serta pasal 294 KUHP ayat ke-2 dengan ancaman 7 tahun penjara, juncto pasal 65 ayat 1 KUHP. Mia menilai, hakim akan mempertimbangkan alat bukti dengan pembuktiannya dan terdakwa harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

Sementara, pengacara tersangka Bechi, I Gede Paseksuardika menyatakan dakwaan terhadap kliennya sumir, karenanya kuasa hukum akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi pada sidang lanjutan Senin(25/7/2022). 

Selain soal jumlah korban, kuasa hukum mengklaim hingga sidang dakwaan belum menerima berita acara pemeriksaan dari penyidik kepolisian maupun kejaksaan.

I Gede Pasek juga meminta terdakwa Bechi untuk dihadirkan dalam persidangan, dengan begitu pembuktian dapat dilaksanakan secara maksimal sehingga duduk perkara pencabulan itu terkuak secara jelas, serta memiliki kesempatan yang sama dalam mencari keadilan. 

Kakek 83 Tahun di Bengkulu Cabuli Dua Orang Anak

Kakek 83 Tahun di Bengkulu Cabuli Dua Orang Anak

Newsline • 2 months ago pencabulan

Seorang kakek, Paiman (83) warga Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu tega mencabuli dua orang anak. Pencabulan yang dilakukan Paiman terungkap setelah kedua korban mengadu pada orang tuanya masing-masing.

Kedua ibu korban langsung melaporkan Paiman ke Polsek Ketahun. Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya telah melakukan perbuatan bejat ini sejek dua tahun lalu, pelaku menggunakan modus berupa memberi uang kepada para korban mulai dari Rp5 ribu Hingga Rp10 ribu.

Saat ini petugas terus melakukan pemeriksaan, untuk mengetahui ada tidaknya korban lain dari perbuatan bejat pelaku.

Korban Eksploitasi oleh Ketua Sekolah SPI Bertambah

Korban Eksploitasi oleh Ketua Sekolah SPI Bertambah

Metro Hari Ini • 2 months ago pencabulan

Jumlah korban kasus ekspoitasi anak yang diduga dilakukan oleh Julianto Eka Putra, Ketua Yayasan Sekolah Selamat Pagi Indonesia di Kota Batu, Malang, Jawa Timur terus bertambah. Saat ini sudah ada 14 anak yang mengaku menjadi korban, dari jumlah awal enam orang. 

Julianto juga terjerat kasus dugaan eksploitasi ekonomi terhadap anak didiknya di Sekolah Selamat Pagi Indonesia. Data polisi menyebutkan ada delapan alumni Sekolah SPI yang baru melapor ke Polda Jawa Timur terkait kasus eksploitasi anak. Kedelapan anak tersebut merupakan siswi angkatan tujuh hingga angkatan sebelas. Para korban mengaku telah dipekerjakan oleh terlapor sebagai karyawan untuk mengelola dan merawat sekolah SPI saat usia mereka di bawah umur. 

Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Laporan Dugaan Pencabulan oleh DK

Kuasa Hukum Ungkap Kejanggalan Laporan Dugaan Pencabulan oleh DK

Metro Hari Ini • 2 months ago pencabulan

Oknum Anggota DPR yang diduga melakukan pelecehan seksual adalah Debby Kurniawan, angggota DPR RI Fraksi Demokrat. Hal tersebut dikonfirmasi kebenerannya oleh kuasa hukum terlapor, M Sholeh. 

Namun M Sholeh menilai kasus yang menjerat kliennya itu penuh dengan motif politik dan memiliki banyak kejanggalan. Sholeh mengklaim DK tidak terbukti melakukan pelecehan lewat sidang internal partai. Menurutnya tidak ada saksi yang dapat dihadirkan, bahkan bukti video, foto maupun chat mesra pun tidak ada. 

Belum Ada Laporan, MKD Tak Bisa Tangani Kasus Cabul Oknum DPR

Belum Ada Laporan, MKD Tak Bisa Tangani Kasus Cabul Oknum DPR

Metro Hari Ini • 2 months ago pencabulan

Kasus pencabulan oleh oknum anggota DPR berinisial DK belum ada yang melaporkannya kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD). Meski kasusnya telah diketahui oleh MKD, tapi langkah-langkah formal belum dapat dilakukan selama tidak ada yang mengadukannya ke MKD.

Tindak pencabulan diduga dilakukan DK di Jakarta, Semarang dan Lamongan. Kuasa hukum DK menyatakan bahwa kasusnya telah diselidiki oleh internal partai politik pada 2018 dan tidak ditemukan adanya barang bukti yang kuat. 

Polisi Minta Keterangan Korban Pencabulan Oknum DPR

Polisi Minta Keterangan Korban Pencabulan Oknum DPR

Metro Hari Ini • 2 months ago pencabulan

Seorang oknum anggota DPR berinisial DK diduga melakukan pencabulan di di Jakarta, Semarang dan Lamongan.  Para saksi dan korban pencabulan, tengah dimintakan keterangannya oleh Bareskrim Mabes Polri. 

"Kasus masih dalam tahap penyidikan, kita tunggu perkembangan selanjutnya, " kata Kabag Penum Polri, Kombes Nurul Azizah, Jumat (15/7/2022).
 

Kasat Reskrim Jombang Disiram Air Panas Saat Penangkapan Subchi

Kasat Reskrim Jombang Disiram Air Panas Saat Penangkapan Subchi

Metro Pagi Prime Time • 3 months ago pencabulan

Kasat Reskrim Polres Jombang AKP Giadi Nugraha korban penyiraman air panas saat penjemputan paksa Moch Subchi Azal Tsani, menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Kediri. AKP Giadi mengalami luka bakar.

Menurut dokter Rumah Sakit Bhayangkara, AKP Giadi mengalami luka bakar di punggung, kaki kiri dan kanan. Ia mengalami luka bakar tingkat dua. Meski demikian dokter mengizinkan AKP Giadi utnuk melakuka rawat jalan sambil menunggu pemulihan organ yang terbakar. Pada saat penjemputan tersangka pencabulan Subchi, Polisi sempat di halang-halangi ratusan simpatisan pendukung tersangka. Sempat terjadi bentrok dengan petugas dan terjadi insiden penyiraman air panas. 

Jadi Tersangka, Subchi Lakukan Intimidasi Terhadap Korban

Jadi Tersangka, Subchi Lakukan Intimidasi Terhadap Korban

Metro Pagi Prime Time • 3 months ago pencabulan

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan, korban pencabulan Subchi kerap mendapatkan ancaman dari pendukung pelaku selama proses hukum berjalan. LPSK juga menyebut keluarga korban kerap didatangi oleh pendukung pelaku yang meminta agar proses hukum tidak dilanjutkan.

Wakil Ketua LPSK Antonius PS Wibowo menuturkan, saat ini seluruh keluarga korban berada di rumah aman untuk menghindari ancaman dan bujuk rayu dari para pendukung Subchi. Anton juga menyebut LPSK melindungi enam orang saksi lain terkait kasus ini. Selain kepada korban dan keluarga mereka keluarga Subchi kerap melakukan intimidasi terhadap kuasa hukum dan juga penasehat korban. Subchi terancam hukuman 12 tahun kurungan